BANNER IKLAN

Peradaban Suku Singkil Punya Nilai Sejarah Penting, Budaya Tarian Harus di Lestarikan

oleh -490 views

Subulussalam| CN- Suku Singkil yang terletak di Kabupaten Aceh Singkil dan kota Subulussalam banyak menyimpan peninggalan sejarah budaya bagian leluhur suku Singkil, baik budaya adat istiadat dan tarian kesenian yang sudah melekat dari turun-temurun budaya Etnik Singkil.

Tarian suku Singkil mempunyai banyak jenis tarian, seperti tari Dampeng membentuk formasi melingkar, tari pencak silat, tari Biahat artinya tari harimau, tari sukudidi, tari Piring, tari ambe-ambe, tari meralas, dan tari pedang, itulah nama – nama kesenian tarian suku Singkil yang harus dilestarikan.

Penduduk suku Singkil dulunya, pada umumnya hidup di pinggir-pinggir sungai lae soraya, pada tahun 2003 sebagian besar penduduk suku Singkil mengungsi kedataran tinggi paska konflik Aceh, sebagian masyarakat suku Singkil masih bertahan dipinggiran sungai lae soraya, begitu juga dengan Kabupaten Aceh Singkil.

“Sungai lae soraya sungai yang terpanjang di Provinsi Aceh, sungai tersebut dapat menghubungkan daerah lainnya seperti kabupaten aceh tenggara, blang kejeran, hingga ke Provinsi Sumatera utara melalui anak-anak sungai lae soraya.

Lae soraya, yang banyak menyimpan historis sejarah yang belum banyak di kembangkan oleh para sejarawan seperti “legenda kisah Danau Bungara ” “batu sumbang di desa batu napal” dan kisah sejarah lainnya.

Junaidi capah bersama team lembaga pemerhati suku Singkil, selama ini mensosialisasikan mengajak regenarasi muda untuk lebih menyelusuri dan mempelajari tentang sejarah budaya suku Singkil, serta mengembangkan tarian suku Singkil, makanan khas dan lainnya, seperti kabupaten aceh Singkil dan kota Subulussalam.

“Kota Subulussalam yang kini sudah mulai memperhatikan khusus untuk pengembangan dan pelestarian budaya suku singkil, seperti di Kecamatan Rundeng beberapa hari ini. Muspika Kecamatan danramil mengadakan pergelaran pelastarian pelatihan pertunjukan tarian-tarian daerah suku Singkil di alun alun lae soraya, pada malam hari. Untuk melastarikan budaya tarian suku Singkil “lembaga pemerhati suku Singkil apreasiasi camat rundeng Irwan Paisal yang mau tergerak hatinya untuk melastarikan kesenian suku singkil.

Budaya suku Singkil tak terlepas dari seni-seni keislaman yang memegang kuat ajaran islam, banyak yang menjadi ulama dan tersebar di penjuru dunia, yakni Syekh Hamzah Al-fansuri dan syekh Abu Rauf Assingkily, ulama sufi di aceh dan banyak makam ulama lain yang makamnya di pinggiran sungai lae soraya, yang menjadikan paradaban suku Singkil islam 100% .

Kita berharap pemerintah Aceh dua Kabupaten kota untuk dapat melastarikan kembali terkait budaya suku Singkil untuk di teruskan kepada regenerasi muda agar budaya Suku Singkil yang ada di aceh dapat di lestarikan kembali, serta butuh perhatian pemerintah setempat”  pungkasnya.

(Abdul Wahdi)

No More Posts Available.

No more pages to load.