Subulussalam| CN- Menanggapi berita mundurya tiga organisasi kecamatan dari Musyawarah Besar (Mubes) HPP SHaF tahun 2020, yang akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, 31 Oktober 2020 di Aula Dinas Pendidikan Kota Subulussalam nanti, Fahmi selaku ketua panitia mubes HPP SHaF menyatakan bahwa Mubes yang akan dilaksanakan sudah sesuai dengan apa yang di amanatkan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) Himpunan Pelajar Perantau Syekh Hamzah Fansuri (HPP SHaF), pernyataan itu disampaikan melalui pesan WhatsApp, Jumat (30/10/2020)
Fahmi menjelaskan bahwa panitia dibentuk berdasarkan kesepakatan seluruh ketua kecamatan, hal ini dibuktikan dengan nota kesepakatan yang ditanda tangani oleh seluruh ketua kecamatan diatas materai. Didalam kepanitian sendiri juga terdapat seluruh utusan kecamatan-kecamatan yang ada di Pemko Subulussalam. Meskipun ada beberapa utusan kecamatan yang tidak pernah hadir tanpa alasan ketika rapat panitia diadakan, kepanitiaan akan tetap berjalan meskipun ada beberapa anggota panitia yang tidak bertanggung jawab.
” Informasi tentang kepanitiaan mubes selalu kita konfirmasi ke group kepanitiaan, yang mana di group kepanitiaan tersebut terdapat perwakilan mahasiswa masing-masing kecamatan, hanya saja mungkin sebagian tidak pernah hadir, tapi di saat seperti ini barulah sibuk” pungkas Fahmi
Oleh karena itu, Fahmi mengatakan bahwa kepanitian akan tetap melaksanakan tugasnya sesuai regulasi yang ada, dan apa yang dituduhkan oleh perwakilan organisasi yang menarik diri tersebut tidaklah benar, ia juga menyebutkan panitia tidak bisa di intervensi maupun di sabotase.
Fahmi juga mengingatkan agar mantan HPP SHaF lama Hasbi Bancin dan jajarannya agar dapat hadir dan memberikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) selama masa kepengurusannya.(Jun)













