Tolong Buka Kembali Sekolah Kami

oleh
oleh

CN| –Ditengah mewabahnya Coronavirus Disease 19 (Covid 19) yang melanda Dunia sangat berpengaruh kepada siswa dan orang tua murid dalam menjalankan proses belajar mengajar yang diterapkan Pemerintah dengan sistem “Daring”.

example banner

Untuk itu, Daud Rinaldy Rangkuty, mewakili wali murid seluruh indonesia yang Insyaallah satu suara bermohon dengan sangat agar sekolah dibuka kembali.

” kami tidak semuanya paham dan mengerti cara belajar online, ditambah lagi para orang tua siswa pastinya tidak selalu punya uang untuk membeli paket data. Dengan dibuatnya belajar online tidak membuat anak – anak kami mengerti dengan materi pelajaran, malah tambah bodoh, dan malas, tidak mempunyai disiplin, bahkan yang lebih parah bisa mempercepat anak-anak indonesia mengalami kebutaan dini karena selalu berhadapan dengan telepon seluler ” ujar Daud.

BACA  POLRES OGAN KOMERING ULU Search for Home/POLRES OKU POLRES OKU Polres Oku Laksanakan Pengamanan Mediasi Antara PT. AOC Dengan Warga Pemilik Lahan (Exs Naker Pt Mtn) Terkait Ketenaga Kerjaan Dan Komfensasi Photo of admin admin Send an email16 jam ago 21 1 minute read Baturaja- Personel gabungan Polres Oku dan Polsek Baturaja Timur melaksanakan kegiatan Pengamanan terkait kegiatan mediasi antara PT AOC dan perwakilan pemilik lahan (exs Naker PT MTN) di Aula BLK Disnaker Kab. OKU jalan A Yani Km 3,5 Kemelak Bindung Langit Kec. Baturaja Timur Kab. OKU. Kamis (21/05/2026) sekira Pukul. 09.00 Wib. Dalam kegiatan pengamanan tersebut dipimpin oleh Kabag Log Polres Oku Akp Marjuni, S.E., M.Si., selaku Koordinator Regu III Polres Oku, di ikuti oleh Perwira dan Personel gabungan Polres Oku dan Polsek Baturaja Timur. Mediasi ini yang mana sebelumnya sudah dilakukan mediasi sebanyak 3 (tiga) kali yaitu 2 (dua) kali di Polres OKU ( 27 April 2026 dan 10 Maret 2026 ), 1 (satu) kali di offise PT AOC ( Senin 11 Mei 2026 ). Dalam kegiatan Mediasi tersebut, Disnaker Kab. OKU menjadi moderator untuk bersama-sama mencari jalan keluar terkait permasalahan Komfensasi dan masa tunggu. Perwakilan pemilik lahan (exs naker PT MTN) Sdr. Johan, terkait dengan komfensasi permintaan pemilik lahan (exs naker PT MTN) sebesar Rp 1.250.000 (satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) Masa tunggu 23 Juni 2026. Tanggapan dari PT AOC Komfensasi yang ditawarkan PT AOC sebesar Rp 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) Masa tunggu selama 1 (satu) tahun Usai mediasi yang berjalan cukup alot, PT AOC dan warga pemilik lahan (exs naker PT MTN) sepakat mengenai komfensasi dan masa tunggu dengan komfensasi sebesar Rp 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah) per orang per bulan, Masa tunggu sampai bulan Desember 2026 dan Pembayaran komfensasi dari bulan April s/d Desember 2026. Dengan telah disapakati terkait komfensasi dan masa tunggu antara PT AOC dan warga pemilik lahan (exs naker PT MTN), warga menerima hasil kesepakatan tersebut. Hadir dalam kegiatan mediasi tersebut Sdr. UGI SISMARENDRA ( Direktur Oprasional PT AOC), Sdr. Drs. AHMAD FIRDAUS MSi ( Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab. OKU), Sdr. M ADITYA ( KTT PT AOC), AKP BUDIONO (Kasat Intelkam Polres OKU, Sdr. RICHY SEFRANSYAH, SE.MM.A.Kp (Camat Pengandonan), AKP HARYANTO S.I.P (Kapolsek Pengandonan), KAPTEN AGUS SETIAWAN (Kodim 0403), Sdr. JIRUL AMILI S.E, MM (kades gunung kuripan), Perwakilan Pemilik Lahan (exs Naker PT MTN)

” Apakah Hal  ini merupakan  SOLUSI ? ” timpalnya.

” Bapak/ Ibu Pemimpin Negeri kami  yang terhormat tolong pertimbangkan lagi kebijakan yang kalian ambil. Aktifitas kami di batasi dengan ancaman covid 19, sementara beratnya beban hidup kami seolah tak  kalian pedulikan. Jika sekolah masih terus di tutup, apa jadinya dengan anak – anak kami.!  Pasar bebas ramai, berkerumun, tanpa khawatir terpapar covid 19, tempat hiburan dan tempat wisata dibuka, pesawat penuh sesak degan penumpang, Mall dan sarana lerbelanjaan  juga di buka”,  akan  tetapi kenapa Fasilitas tempat belajar anak-anak seperti sekolah harus ditutup hanya karena takut terpapar covid 19,  Bapak/Ibu tolong dengar Jeritan kami ini,  bukalah lagi sekolah kami,   tempat anak – anak kami menuntut ilmu, tempat di mana anak – anak bertemu kawan dan guru guru ” harap Daud.

BACA  Perkuat Organisasi Insan Pers Keadilan Menyusun AD/ART

” Sementara di rumah,  kami sebagai orangtua sudahlah di repotkan dengan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari dan mengurusi  pekerjaan rumah, harus dibebani lagi dengan mengajarkan materi yang ada di buku paket kepada anak yang notabene  itu bukan kapasitas kami ” ucapnya.

BACA  Polsek Medan Labuhan Bersama Forkopimca Labuhan Deli Gelar Razia Kafe di Labuhan Deli, Puluhan Botol Miras Disita

” Karena  memang itu di luar kemampuan kami ” sambung Daud.

Lebih jauh diungkapkan ” sebagai orang tua yang mempunyai keterbatasan baik disiplin ilmu juga dengan fasilitas, saya mohon Kepada bapak/ ibu Petinggi di Negeri ini, terkhusus Bapak Menteri Pendidikan yg terhormat,  Mohon, BUKA KEMBALI SEKOLAH KAMI, walaupun dengan penerapan  Protokol Kesehatan yang dianjurkan Pemerintah, Kami sudah jenuh dengan Sistem Pendidikan Daring yang dilakukan saat ini.

” Kiranya jeritan kami ini dapat direspon dan diterima oleh Pemerintah sebagai bentuk aspirasi kami para orang tua Murid di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia ” tandasnya.(Daud Rinaldy Rangkuty)

No More Posts Available.

No more pages to load.