CIC ingatkan Presiden Jokowi Jangan Salah Pilih Kapolri

oleh
oleh

Jakarta| CN- Jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Idham Azis segera berakhir pada Januari 2021 mendatang. Sejumlah nama jenderal mencuat menggantikan posisi orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu, mulai dari bintang dua hingga bintang tiga.

example banner

Ada nama yang masuk bursa diantaranya,  Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto. Ada juga nama Komjen Boy Rafli Amar yang saat ini menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Ketua Umum Corruption Investigation Commiittee (CIC) menita kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan menjadikan kisruh penunjukan calon Kapolri beberapa waktu lalu sebagai pelajaran dalam memilih Calob Kapolri mendatang.

BACA  Kapolres Langkat Hadiri Silaturahmi Masyarakat Pematang Jaya, Warga Harapkan Kehadiran Polsek Di Kecamatan Pematang Jaya

“Meski memilih Kapolri menjadi hak prerogratif presiden, Jokowi hendaknya tetap memperhatikan norma dan tradisi yang sudah berjalan. Dalam memilih Kapolri mendatang, disini Presiden Jokowi dituntut untuk mengambil keputusan secara adil dan bijak, yang jelas telah banyak memiliki segudang prestasi dalam ulmu kepolisian dan tentunya bukan kedekatan ataupun ada unterpensu dari pigak Partai Politik.”ujar R. Bambang. SS Ketua Umun CIC dalam siaran Persnya kepada wartawan ,Jangan sampai kegaduhan seperti saat pemilihan Kapolri terulang kembali,” Minggu (15/11/2020) di Jakarta.

Dengan demikian, lanjut R. Bambang. SS, tidak ada angkatan yang terkesan ditinggikan atau direndahkan, dianakemaskan atau ditirikan.

R. Bambang. SS, berharap agar kebijakan Presiden Jokowi nantinya tidak menimbulkan kegaduhan baru di tubuh Kepolisian dan  di tengah masyarakat kita.

BACA  Mengasah Ketangguhan, Memperkuat Kesiapsiagaan: Brimob Sumut Sukses Gelar Latihan Wanteror 2026

Menurut R. Bambang. SS , sosok yang tepat untuk menggantikan Kapolri Jenderal Pol. idham Azis yang segera pengsiun pada 2021 mendatang, tentuk sosok yang memiliki segudang prestasi dan memiliki strategi dalam ilmu reserse dan meningkatkan Profesional tugas kepolisian kedepan sesuai moto polri tentunya, saat ini sangat mumpuni untuk menjadi Kapolri.

“Presiden Jokowi harus belajarlah dari kasus Kapolri yang lalu. Jangan sampai terulang lagi,” kata Ketua Umum CIC ini.

R. Bambang.SS Ketua Umum Corruption Investigation Commiittee (CIC)  ,Menilai sosok Komjen. Pol.  Agus Adrianto Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, memiliki karisma dalam dirinya seperti Mantan Kapolri Hoegeng .

BACA  Polsek Tapung Hulu Hadirkan Majelis Berbuka Puasa Gratis, IPTU Riko Rizki Masri Ajak Warga Raih Berkah 10 Hari Pertama Dzulhijjah

R. Bambang.SS meminta kepada presiden dapat memperbaiki Kepres tentang struktur organisasi Polri, khusus dalam hal Pengawasan Internal dibuat Badan tersendiri dan tanggung jawabnya kepada DPR dan Presiden dan lembaga pengawas ini sekalgus ada penyelidik dan penyidik seperti Polisi Militer.

“Hal ini sangat penting karena selama ini fungsi inspektorat Polri bidang Propam, provost, paminal, menjadi jurang efektif karena adanya kepentingan subyektif oknom pimpinan dalam lingkungan Polri,” pintanya.

Ia menambahkan, anggota Polri harus tunduk pada hukum sipil ini yang perlu ditegakkan.

“Jika ada oknum anggota Polri yang melakukan tindak pidana harus diselesaikan melalui pidana dulu baru kemudian etiknya,” pungkasnya.(Rona)

No More Posts Available.

No more pages to load.