Subulussalam| CN- Gerakan Mahasiswa Subulussalam (GSM) menggelar aksi unjuk rasa dan mendesak agar walikota Subulussalam menepati janji-janji kampanye yang bukan hanya sekedar memberikan harapan palsu kepada masyarakat kota Subulussalam.
Hal ini disampaikan Hasbi Bancin saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor walikota Subulussalam Senin 16 September 2020
Ditambahkan, satu tahun enam bulan pasca pelantikan Bintang Salmaza namun hingga saat ini belum memberikan perubahan yang nyata bagi masyarakat bahkan banyak menimbulkan polemik dan masalah-masalah baik di dunia pendidikan dan juga tenaga kontrak yang hingga saat ini belum bisa diselesaikan.
Menurut Hasbi Satu tahun enam bulan itu bukanlah waktu yang singkat bagi pemerintah dan sudah satu tahun penuh anggaran APBK Subulusssalam digunakan pemerintah sekarang namun untuk pembangunan masih saja nihil bahkan banyak terdapat dugaan kasus korupsi, nepotisme dan kolusi.
Dengan itu kami Gerakan Mahasiswa Subulussalam datang dan menyampaikan beberapa persoalan seperti Bus Sekolah,tim asistensi,nepotisme dan janji-janji masa kampanye.
“Kami datang bukan dibayar,ini murni dari hati masyarakat kota Subulussalam”Ujar Hasbi Bancin.
Untuk itu kami mendesak walikota subussalam agar menghadirkan kembali bus sekolah seperti dahulu,bubarkan tim asistensi yang kami anggap hanya membantu pemerintah saja dan tidak memiliki fungsi yang jelas,agar walikota mengevaluasi tindak nepotisme yang terjadi dilingkungan kota Subulussalam yang dianggap rentan akan penyalah gunaan kekuasan yang merugikan masyarakat kota Subulussalam.(Ipong)













