Ketua DPC PKN Tolak Ujaran Kebencian, Intoleransi dan Radikalisme

oleh
oleh

Pakpak Bharat| CN- Ketua DPC PKN (Pemuda Karya Nasional) kabupaten Pakpak Bharat, Lowis Saragih,s.sos.MIP menghimbau kepada seluruh anggota pengurus dan warga untuk menolak ujaran kebencian, intoleransi dan radikalisme. Apalagi daerah kabupaten Pakpak Bharat hitungan hari akan melaksanakan pemilihan bupati untuk  periode 2021-2025.

example banner

Demikian dikatakan beliau saat ditemui media CN di kantornya Dusun Kuta Payung Desa Boangmanalu, Kec. Salak, Sabtu (21/11) lalu.

Pria yang akrab disapa Bung lowis Saragih ini mengatakan, sebagai warga negara Indonesia yang memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika ialah sebuah negara yang mengusung perbedaan sebagai kekuatan Nasional.

BACA  Bupati H. Asmar Ikuti RUPS Bank BRK Syariah, Harap Kemitraan Semakin Solid Beri Dampak Positif Bagi Kemajuan Daerah

” kekuatan persatuan yang di implementasikan dengan semangat gotong royong yang merupakan panji-panji pembangunan bangsa dan negara menuju Visi dan Misi Negara yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 ” imbuhnya.

Untuk itu Lowis pun menghimbau kepada seluruh keanggotaanya Pemuda Karya Nasional (PKN) di kabupaten Pakpak Bharat untuk tetap tidak terprovokasi oleh namanya ujaran kebencian,Radikalisme dan Intoleransi. Sikap-sikap yang radikal karena konsumsi informasi yang tidak benar atau ujaran kebencian perlu di hindari “,ungkapnya.

BACA  Kapolsek Padang Hulu Hadiri Rapat Pembentukan Kwartir Ranting Pramuka Kecamatan Tebing Tinggi Kota

Dan seluruh keanggotaan PKN Kabupaten Pakpak bharat, sambunya ” harus tetap memberikan contoh yang baik kepada masyarakat  Bahwasanya Organisasi kemasyarakatan Pemuda (OKP) Pemuda Karya Nasional (PKN) harus tetap memberikan karya-karya yang baru dan positif bagi masyarakat kabupaten Pakpak Bharat.

Saragih berharap para pemuda lintas ormas, agama agar saling bekerja sama. Kerja sama diharapkan tidak hanya berhenti pada dialog dialog dan dakwah keagamaan saja, Namun juga membahas isu yang menjadi perhatian bersama, seperti pendidikan dan lingkungan dan mewujudkan indonesia rawan dengan tindakan radikalisme dan intoleran, terutama di kalangan pemuda. Hasil tersebut mewujudkan indikasi ke arah sana, yang walaupun mungkin dalam kenyataanya belum tentu akan terjadi indikasi itu perlu di antisipasi bersama,” ujarnya.

BACA  Ci Dede "Menggila" saat kasus PETI masih Diproses Polda Sulut, Aktivitas Tambang Ilegal Kembali Beroperasi di tiga titik.

DPC PKN kabupaten Pakpak bharat yang memiliki motto PKN, MAJU…,JAYA…,ABADI ini mengajak bergabung kepada seluruh jajaranya dan masyarakat ” mari kita besarkan organisasi PKN ini untuk menjadi lebih maju ” ungkapnya. (JS)

No More Posts Available.

No more pages to load.