Aceh Tamiang| CN- Untuk mengetahui secara langsung permasalahan-permasalahan yang terjadi di wilayah perkampungan dalam Kabupaten Aceh Tamiang, Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M. Kn rutin melaksanakan Rapat Rutin Pemerintahan Kampung. Biasanya, dalam giat ini, Bupati memilih caranya sendiri dengan mengunjungi setiap Kecamatan sekaligus memboyong para Kepala OPD untuk dihadapkan pada para Aparatur Pemerintahan Kampung.
Berbeda hal yang dilakukannya dipenghujung tahun ini, Bupati Mursil melaksanakan rapat di Kawasan Wisata Gunung Pandan pada 3 (tiga) Kecamatan yaitu Kecamatan Kejuruan Muda, Manyak Payed dan Kota Kualasimpang.
“Penerapan Protokol Kesehatan 3 M, itulah hal pertama yang harus diterapkan dalam keberlangsungan rapat”, ujar Mursil mengawali rapat.
Menghubungkannya dengan pernyataan 3M tersebut, Ia menjelaskan pada Januari 2021 mendatang, Pembelajaran Tatap Muka akan aktif seperti sediakala dengan menerapkan Protokol 3M sesuai dengan arahan Mendikbud RI. Masih dalam ranah Covid-19, Mursil menerangkan tentang pemberian vaksin Covid-19 yang menjadi momok bagi sebahagian Warga Indonesia. Ia jelaskan Vaksin sebanyak 1,2 juta yang diberitakan tersebut, perdana akan diberikan kepada Tenaga Medis, TNI dan Polri terlebih dahulu, sehingga Ia meminta kepada Datok agar disampaikan kepada warganya bahwa vaksin ini tidak berbahaya.
“Kita paham dengan besarnya jumlah Penduduk Indonesia maka vaksin yang ada masih jauh dari mencukupi, akan tetapi Insya Allah kedepannya kebutuhan vaksin ini akan segera dapat terpenuhi. Untuk itu masyarakat juga tidak perlu takut dengan vaksin ini, karena sebelum vaksin ini di distribusikan untuk masyarakat, terlebih dahulu vaksin tersebut telah melalui berbagai proses pengujian sehingga aman untuk digunakan,” terang Bupati Mursil.
Usai membahas ranah Covid-19, Bupati Mursil melanjutkannya pada pokok pembahasan rapat. Adapun point yang disampaikan ialah tentang banyaknya pembangunan infrastruktur ditahun ini yang tidak terealisasi akibat Pandemi Covid-19.
“Pandemi ini, mengharuskan Pemerintah Pusat memotong seluruh anggaran yang berkaitan dengan pembangunan yang dialihkan untuk Penanganan dampak Covid-19”, ungkap Mursil.
Meskipun begitu, Bupati Mursil tampak tidak tinggal diam dan berputus asa. Berbagai cara dan celah Ia telusuri, agar Pembangunan Infrastrutur di Bumi Muda Sedia walaupun berjalan merangkak, namun ada dan hadir untuk Masyarakat Aceh Tamiang. Ia sampaikan dihadapan para Datok bahwa saat ini dirinya bersama Wabup tengah fokus menata Kota Kualasimpang. Meski begitu, bukan berarti di wilayah lainnya Ia tidak ingin membangun, Mursil berharap masyarakat bisa lebih bersabar, karena usulan pembangunan baru bisa tertampung di tahun 2022, sementara ditahun 2021 anggaran pembangunan infrastruktur masih digunakan untuk penanganan Covid-19, Kamis (10/12).
“Kita tahu beberapa kampung jalannya rusak parah terlebih di musim penghujan ini. Untuk itu dikarenakan anggaran pembangunan tidak ada kita cari solusi lainnya, mungkin bisa dengan anggaran desa untuk mengatasi hal tersebut. Pemerintah Daerah dalam hal ini siap membantu untuk meminjamkan alat berat yang ada di Dinas PUPR untuk melakukan perbaikan-perbaikan infrastruktur yang rusak”, ujarnya.
Sama halnya seperti dibeberapa tempat sebelumnya, Bupati Mursil juga menyinggung terkait kenaikan gaji Datok Penghulu serta Perangkat Kampung di tahun 2021. Namun untuk Mukim Kampung, Bupati Mursil mengatakan telah berkoordinasi dengan Wali Nanggroe agar bisa menaikkan gaji dan membuat usulan program-program kegiatan untuk masyarakat, karena Mukim dibawah naungan Wali Nanggroe.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, sekaligus dari sesi ini Bupati Mursil bersama beberapa Kepala OPD berhasil menampung beberapa persoalan, keluhan dan kendala yang ada disetiap kampung dalam 3 Kecamatan tersebut. Beberapa persoalan yang disampaikan yaitu Infrastruktur jalan di Kampung Tanjung Mancang, Jembatan di Kampung Pangkalan pada Kecamatan Kejuruan Muda. Sementara pada Kecamatan Kota Kualasimpang persoalan yang dihadapi yaitu timbunan tanah parit yang telah di korek tapi tidak diangkut oleh kontraktor dan lubang bekas pengerukan jaringan gas yang belum ditimbun kembali.
Beberapa datok lainnya juga menyampaikan terkait infrastruktur jalan seperti jalan penghubung kampung ataupun kemukiman. Seperti jalan Kampung Tanjung Genteng yang harus melewati areal perkebunan dan belum pernah dilakukan perbaikan. Sementara pada Kecamatan Manyak Payed, Mukim Raja Tuha memohon agar di bangun saluran air untuk irigasi dan pembangunan beberapa ruas jalan yang rusak. Sedangkan Datok dari Alur Selebu menyampaikan mengenai abrasi sungai Tamiang yang telah menyebabkan rumah warga hanyut.
Rapat ini diikuti oleh 63 (enam puluh tiga) orang yang terdiri dari para Datok Penghulu dan Mukim dari Kecamatan Kejuruan Muda, Manyak Payed dan Kota Kualasimpang.(Amir)













