Sandi Angkat : Pernyataan Plt Kadis Pendidikan Subulussalam Tidak Benar

oleh
oleh

Subulussalam| CN- Sandi Angkat, salah satu Jaringan Mahasiswa kota Subulussalam Indonesia JMKSI mengatakan bahwa apa yang disampaikan PlT kadis pendidikan kota Subulussalam disalah satu media online itu tidak benar. Bahwasanya kami meminta pemecatan dirinya sebagai PLT berdasarkan pada sentimentil secara pribadi.

 

example banner

“Kami sudah sampaikan bahwasanya kami tergabung dari beberapa organisasi seperti yang ada pada poster seruan aksi jadi kalau sentimentil tidak mungkin beberapa organisasi ini punya rasa “sentimen” secara pribadi semuanya kepada beliau, melainkan karna melihat citra buruk yang di pertontonkan”Kata Sandi Selasa (15/12/ 2020)

 

Ditambahkan, perihal tercatutnya nama beliau sebagai penerima beasiswa dari APBK Subulussalam yang menciderai hati seluruh mahasiswa kota Subulussalam.

 

“Masih banyak adek-adek di Subulussalam yang terpaksa berhenti melanjutkan pendidikan ke universitas karna tak memiliki biaya,Apa pantas seorang PLT kadis masih menerima beasiswa dari APBK?dimana hati nurani mereka?”tambah sandi.

BACA  Tanaman Ganja Ditemukan di Perladangan Juhar, Tiga Warga Diamankan Satres Narkoba dan Polsek Juhar

 

Dijelaskan berangkat dari sudut pandang ini lah kami menyatukan persepsi dan sudah melakukan beberapa kali konsolidasi sebelum aksi unjuk rasa di gelar,sehingga kami mencari pengembangan sampai pada menuntut beliau untuk mundur karena ada UU yang di labrak terkait masa tugas PLT yang hanya 2×3 bulan saja.

 

“Kami juga meminta kalau ada Perwal yang mengatur itu boleh lebih dari UU tersebut tunjukkan kepada kami dan sampai pada detik ini tidak ada klarifikasi dari pihak pemerintah. Di tambah lagi dengan keluarnya nama beliau sebagai penerima beasiswa padahal beliau adalah seorang ASN yang notabenenya di kategorikan orang yang sudah “sejahtera” “jelas Sandi.

BACA  Satres PPA & PPO Polres Karo Berikan Penyuluhan Hukum tentang Pencegahan Kenakalan Remaja di GKPI Kabanjahe

Lebih lanjut sandi mengatakan berawal dari itu semua kami melihat bahwasanya pendidikan di Subulussalam sedang tidak baik-baik saja.

Diterangkan pada audiensi pertama 30 November 2020 di ruang BANGGAR DPRK beliau mengatakan tidak akan mengambil realisasi beasiswa tersebut tapi pada saat audiensi kedua di kantor walikota saat kami tanyakan kembali karena kami merasa pesimis dikarenakan duit realisasi tersebut masuk ke rekening masing-masing penerima, tapi beliau malah melontarkan pertanyaan salahkah seorang ASN menerima beasiswa.? Tanya dia.

 

“Ini adalah bentuk inkonsistensi kata dari seorang pejabat publik menurut pandangan kami.”ucap sandi

 

Yang kedua terkait prestasi yang diklaim secara sepihak naik 4 peringkat pada saat audiensi kedua kami juga meminta menunjukkan data tersrbut tapi tidak mampu di tunjukkan pada saat audiensi di kantor walikota sampai pada tulisan ini kami buat.

BACA  TERPIDANA PERKARA PENGGELAPAN DITANGKAP TIM INTELIJEN KEJATI SUMUT DI KOTA TANJUNG BALA

 

Yang terakhir kata sandi PLT harus nya tidak bisa mengambil kebijakan strategis, tapi nyata dan terang lah kita melihat PLT kadisdikbud melebihi batas tupoksi nya.

Lebih lanjut terkait tim asistensi walikota juga kenapa kami minta untuk di bubarkan?karena masyarakat tidak mengetahui secara luas apa fungsi dan tugasnya?Karena sudah ada sisten1, asisten 2, dan asisten 3.

 

“Yang sudah jelas memiliki tugas dan fungsinya, karena setahu kami tim asistensi juga tidak ada aturan UU yang mengatur tim asistensi walikota tersebut yang mencapai 11 orang. Yang harus di gaji dari apbk dan menurut hemat kami melakukan pemborosan untuk apbk Subulussalam yang setiap tahun nya mengalami defisit anggaran.” pungkas sandi.(Ipong)

No More Posts Available.

No more pages to load.