Muara Enim| CN- Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Chandra bungkam saat dimintai komentarnya terkait kemungkinan adanya kontraktor lokal yang nakal dengan tidak melaksanakan pekerjaan proyek fisik sesuai spesifikasi. Beliau enggan berkomentar menanggapi hal itu.
” “Ooh ketemu bae kagek (bertemu aja nanti ya) ” ujar Chandra, ketika dihubungi via seluler.
Isu ini mencuat setelah disampaikannya permintaan DPRD kepada Bupati Muara Enim, H Juarsah, agar memprioritaskan kontraktor lokal pada setiap pelaksanaan pengerjaan fisik sehingga pertumbuhan ekonomi dapat maju dan berkembang.
Disisi lain, usai Sidang Peripurna ke XXVII DPRD Kabupaten Muara Enim, Kamis (17/12) lalu di gedung DPRD Muara Enim, dihadapan awak media, Bupati H Juarsah juga menyatakan akan bersikap tegas jika terdapat kontraktor nakal yang berkerja tidak sesuai spesifikasi.
Lain halnya tanggapan dari wakil rakyat dari Dapil yang sama asal Partai Amanat Nasional (PAN), Edi Chandra saat dihubungi via ponselnya berpendapat, ” siapapun yang melaksanakan pekerjaan proyek fisik baik kontraktor lokal ataupun dari luar tidak ada masalah, yang jadi masalah mampukah mereka melaksanakan pekerjaan tersebut.
“Kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi jangan lagi dipakai dan harus diusulkan kepada Pemerintah untuk tidak lagi dipakai, disatu sisi kita memaklumi mereka mencari untung tapi jangan sampai mengurangi kualitas,” sebut dia.
Edi Chandra menambahkan, dirinya sangat mendukung diberdayakannya kontraktor lokal yang memiliki potensi melebihi pemborong luar dan hasil pekerjaannya harus benar-benar dicek oleh pengawas dan dikasih sanksi sehingga diharapkan menimbulkan efek jera dan ada upaya memperbaiki kinerja.
Bupati Muara Enim H Juarsah usai Sidang Peripurna ke XXVII DPRD menegaskan, pihaknya tentu menginginkan kontraktor yang profesional dan baik dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan di Kabupaten Muara Enim, pihaknya akan mengevaluasi secara prosedural dan profesional terkait pekerjaan kontraktor.
Ditambahkan Juarsah terkait dugaan adanya kontraktor nakal, dia mengatakan akan menidaklanjuti laporan tersebut dengan mekanisme yang sesuai aturan. Pihaknya akan menurunkan Inspektorat dan tim agar turun ke lapangan untuk mengetahui benar atau tidaknya kntraktor yang mengerjakan proyek tidak sesuai aturan.
” Jadi kita tidak serta merta mengambil keputusan dengan laporan sepihak. Saya tegaskan bahwa saya tidak dalam posisi membela pihak tertentu. Kita profersional dan prosedural. Kalau ada laporan akan kita tindak lanjuti apapun hasilnya kita kita tindaklanjuti sampai tuntas,” jelasnya.
Ditegaskannya, jika ada kontraktor yang tidak bekerja sesuai aturan pihaknya akan memberikan sanksi.
” Jika terbukti ada (kontraktor) yang nakal, akan kita blacklist, tak akan diikutkan lagi dalam kegiatan pembangunan di Kabupaten Muara Enim. Saya berharap semua pembangunan berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan kita dan sesuai dengan keinginan masyarakat,” ujar Juarsah.(Hartono/Salahuddin Ak)












