Pesawaran| CN- Pasca diterbitkannya berita dugaan penyimpangan DD di Desa Tambangan yang dianggap masyarakat setempat kurang transparan, Kepala Desa Tambangan, Kecamatan Padang Cermin, HN, jadi berang.
Bahkan Kades melontarkan ancaman kepada wartawan. Ironisnya, HN melibatkan menantunya yang disebut-sebut seorang anggota.
” saat dihubungi via seluler pada Sabtu (27/3). HN langsung membentak dan menyebut bahwa menantunya yang merupakan seorang anggota akan menemui saya ” ujar Supiawan, selaku Ketua Forum Pers Independent Indonesia Kabupaten Pesawaran kepada para awak media.
HN juga sempat melarang untuk di publikasikan. ” “Kenapa kamu naik-naik berita Desa Tambangan, kamu belum ketemu saya, kamu naikkan berita. Teman-teman media sudah saya kabari. Nanti ketemu, nanti kita ketemu di Polres. Nanti saya bawa kawan kawan saya, nanti menantu saya turun. Nanti kamu tahu saya Kades Tambangan. Jangan publikasikan, jangan mencari-cari, besok juga saya akan ada pemeriksaan dari inspektorat ” ucap Supiawan, menirukan percakapannya dengan HN.
Selang beberapa jam, Supiawan dihubungi seseorang yang mengaku menantu HN berinisial O. Dia mengaku sebagai anggota.
Tidak terima mertuanya diberitakan, O spontan langsung membentak dan mengancam. Bahkan memaki dengan kalimat yang tidak pantas.
“Halo.. halo kamu wartawan ya? Wuuuuy !! Kamu wartawan yang jelekin – jelekin ayah saya ya ? Saya anak menantunya, kamu mau ketemu saya dimana, bangsat kamu ya..! Mau macam-macam kamu sama keluarga saya, kalau sekali saja kamu jelek-jelekin keluarga saya liat ajja kamu ! Tak cari kamu. Kamu wartawan mana, nama kamu siapa, ora urus kamu ketua, ketua apa, kamu mau bikin malu keluarga saya, bajingan kamu..! Uuuuy ! Punya mulut ga kamu Anji**, siapa yang ngasih info kamu masalah desa ayah saya Tambangan ? Kamu ketemu saya tak bikin keluar omongan kamu. Intinya ayah saya ga korupsi dana desa seperti itu. Kamu liat-liat orangnya. Kalau ngobrol sama kamu intinya kamu minta duit, tahu saya, otak kamu otak duit ” beber Supiawan menjelaskan ancaman Oknum anggota tersebut.
Supiyawan sangat menyayangkan bahasa- bahasa kotor, menghina, dan mengancam tersebut harus dikeluarkan oleh seorang oknum anggota, seharusnya mereka lebih tau foksi nya media seperti apa, dan foksinya anggota seperti apa.
“Saya sangat menyayangkan hinaan, dan ancaman tersebut dilakukan oleh oknum yang mengaku anggota, bahkan dia sudah menghina profesi salah satu seorang jurnalis” tandasnya, sembari mengatakan akan segera melaporkan Oknum tersebut ke pihak berwajib.(Susi)















