Subulussalam Cakrawalanusantara 20/12/21. Lembaga penyelamat Lingkungan Hidup Kota Subulussalam dan Forum Masyarakat DAS Singkil-Kombih meminta kepada Badan Pengelola Daerah DAS Wampu Sei Ular Medan untuk Pentingnya RHL penanaman Jenis Bambu dan Tanaman Endemik Kapur Sepanjang DAS Prioritas Singkil Kombih.
Hal ini disampaikan melalui lisan Dan Draf pengajuan bersifat Urgen di wilayah Das Singkil Kombih. Jelas Antoni Tinendung Ketua Forum Masyarakat DAS Singkil Kombih dan IPONG yang merupakan kebutuhan mendesak Ungkap pengurus LPHI menjelaskan.
Ipong ketua lembaga penyelamat lingkungan hidup Aceh dalam rilisnya menyampaikan ke awak medya “banyaknya Korban Kecelakaan disepanjang jalur Das Prioritas ini.
dan Kerawanan Erosi sepanjang Taman Hutan Raya Kota Subulussalam, Inilah mendasari Kami, agar penerapan RHL tahun ini kita minta Kepada BPDAS dam Menteri LHK untuk penanaman Bambu Kuning.
dan Tanaman endemik Kapur apalagi jalur sepanjang lae Kombih Taman Hutan Raya sangat rawan menelan Korban. Kerusakan hutan raya diwilayah ini sudah semakin parah. Jelas IPONG ketua lembaga penyelamat lingkungan Hidup Aceh menjelaskan.
Mobil yang masuk kejurang lae kombih salah satu bukti banyaknya yang menjadi korban seperti Harta dan nyawa melayang disepanjang DAS Prioritas, mudah mudahan KPH wilayah VI dan BPDAS Wampu Sei Ular Medan menyetujui pengajuan RHL yang bersifat Urgen tersebut Jelas Ipong.
LSM Suara Putra Aceh melalui sekertarisnya Raja Uli juga mendesak pentingnya penanaman tanaman endemik Kapur dan Bambu merupakan kebutuhan mendesak.
selain itu kegiatan Konservase air dan Tanah seperti Dam Penahan, Gully pulk diwilayah Tahura harusnya pemerintah prioritaskan ini. Melalui Kementerian LHK di Jakarta kita akan ajukan RHL dan KTA diwilayah Taman Hutan Raya Kita Subulussalam .
dan wilayah Pakpak Bharat untuk lebih dimaksimalkan program RHL tersebut, selama ini kegiatan RHL Dan KTA malah cenderung memprioritaskan ke wilayah Aceh Tenggara. Jelas Raja uli Ujung sekertaris LSM Suara Putra Aceh.
Ipong CN













