TARI TANGGAI DAN GENDING SERIWIJAYA ASAL DARI SUMATRA SELATAN

oleh

Muara Enim CN Tari tanggai adalah salah satu jenis tarian yang berasal dari Sumatra selatan atau di sini yang di kenal dengan nama Palembang. Tari tanggai sudah ada sejak zaman dahulu dan terus mengalami inovasi di setiap gerakanya sampai saat ini.

Tari tanggai memiliki kemiripan dan juga kesamaan dengan tari gending sriwijaya yang juga berasal dari wilayah Palembang. Perbedaannya terletak pada jumlah pemain atau penari yang menarikan tarikan itu. Tari tanggai diperagakan oleh penari yang berjumlah 5 orang, sedangkan untuk tari gending sriwijaya biasanya dilakukan oleh 9 orang penari.

example banner

Pengertian atau makna dari tari tanggai yaitu bagaimana keagungan dan juga kemegahan kerajaan Sriwijaya yang berdiri dengan megah dan kokoh pada masa kejayaan dan pada masa munculnya kerajaan kerajaan. Tarian ini konon memang muncul saat jaman kejayaan kerajaan Sriwijaya. Tarian ini mengandung unsur mistis dalam keagamaan hindu dan juga agama buddha.

Melansir dari buku Mengenal Seni Tari Indonesia, Muryanto S.Pd, 2020, pertunjukan tari tanggai biasanya ditampilkan oleh lima orang pemain wanita.

Para penari tari tanggai memakai pakaian khas daerah Palembang yaitu kain songket, pending, dadat, sanggul malang, kalung, kembang urat (ramai), kembang goyang, tajuk cempako serta tanggai. Saat tarian ini diperagakan, para penari diiringi oleh musik penggiring yang dimainkan oleh kelompok musik tradisional.

Sementara yang dimaksud dengan tanggai adalah aksesoris yang dipakai di bagian ujung jari jemari para penari dan terbuat dari tembaga berwarna emas. Tanggai ini menjadi penambah kesan lentik di jari jemari para penari sekaligus penambah nuansa keindahan di setiap gerakan jari jemari yang dimainkan.

BACA  Kometmen Tegas Polres Binjai, Belasan Kasus Narkoba Berhasil Diungkap.

Tari gending sriwijaya mempunyai polemik dengan tari tanggai. Di karenakan, dalam tarian tersebut mempunyai Gerakan yang hampir mirip dengan tari tanggai. Terjadi polemik terhadap pencipta tari gending sriwijaya, namun tari tanggai tersebut tidak ada. Tari tanggai pun juga disebut dengan tari 1000 versi.

Tari gending sriwijaya dan tari tanggai memiliki beberapa perbedaan. Tari gending sriwijaya yakni di jumlah penari. Tari tanggai memiliki penari sebanyak 1, 3, 5, 7 dan seterusnya (Penari berjumlah ganjil), namun untuk tari gending sriwijaya dibawakan oleh 9 penari dan perlengkapan gending sriwijaya lebih banyak dibanding tari tanggai.

Tari tanggai juga dianggap sebagai tarian yang cukup sakral dibandingan dengan tari gending sriwijaya. Tari gending sriwijaya hanya dipertunjukkan pada saat acara-acara tertentu agar menyambut tamu seperti kepala negara, duta besarm dan tamu-tamu agung lainnya.

Tetapi tidak dengan tari tanggai, pada zaman dahulu tari tanggai merupakan tari persembahan terhadap dewa siwa dengan membawa sesajian yang berisi buah dan beraneka ragam bunga, karena ini berfungsi sebagai tari persembahan pengantar sesajian maka tari tanggai pada zaman dahulu dikategorikan sebagai tarian yang sakral.

Tari Tanggai memiliki makna atau arti tersembunyi yakni sebagai ungkapan selamat datang dari orang yang memiliki hajat dan mengadakan upacara kepada para tamu yang sudah diwakilkan dalam kandungan setiap gerakan dalam tarian tersebut.

BACA  Bhabinkamtipmas Cek Tanaman Jagung - BUMDES Mitra Sehati Kembali Berhasil

Hal itu dikarenakan bagi masyarakat Palembang, tamu itu diibaratkan sebagai raja di mana memang harus selalu diperlakukan dengan sebaik mungkin.
Sikap ramah dan hormatnya dapat terlihat melalui salah satu gerakan penari tanggai yakni sekapur sirih yang diberikan kepada para tamu kehormatan yang terpilih.

Pemberian tersebut merupakan simbol bahwa tamu itu telah diterima dengan baik oleh masyarakat Palembang yang sangat terbuka.

Secara umum, Tari Tanggai berfungsi untuk menyambut para tamu yang telah datang memenuhi undangan. Selain itu, tarian ini juga berfungsi untuk dipertunjukkan atau dipertontonkan dalam upacara pernikahan adat Palembang.

seiring dengan perkembangan zaman, tari ini juga bisa ditampilkan pada berbagai acara mulai dari acara resmi organisasi, festival budaya, acara kedinasan yang akan menghadirkan para pejabatan negara hingga pergelaran seni yang diadakan di sekolah.

Adapun fungsi lain dari pertunjukan Tari Tanggai sebagai berikut:
Sebagai simbol dalam penyambutan tamu kehormatan. Hal itu di mana Tari Tanggai selalu dipertunjukkan dalam perayaan hari-hari besar ataupun acara lainnya. selain itu, dapat ditandakan dengan penari utama yang membawa tempat kapur sirih.

Sebagai sarana upacara dalam adat pernikahan/perkawinan. Hampir sama dengan penyambutan tamu kehormatan, namun tarian ini dilakukan dalam konteks pesta pernikahan. Selain itu, pembedanya juga terdapat pada susunan para penarinya.
Sebagai hiburan yang dapat memberikan kesenangan kepada para tamu (penonton) yang sudah hadir.

BACA  KUA Salapian Pimpin. Rapat Koordinasi lintas sektoral, Tekankan semarak Idul Adha dengan Gerakan Salapian Berkurban

Sebagai legitimasi atau prasyarat dari kelengkapan resepsi penikahan. Ketika pengantin akan memasuki gedung atau tempat pernikahan, maka akan diiringi oleh para penari yang berjalan dengan pelan dalam resepsi.

Sebagai media pendidikan, di mana mampu mengembangkan kepekaan dalam perasaannya terhadap nilai-nilai estetik

Terlepas dari polemik dengan tari gending sriwijaya, tari tanggai ini cukup terkenal dikalangan masyarakat, tarian ini juga sering dibawakan di pernikahan adat Palembang, tarian ini untuk menyambut para tamu.
Selain pernikahan tarian ini juga pernah tampil di acara pembukaan Asian Games 2018 sebagai menyambut para pendatang yang akan menyelenggarakan acara tersebut.

Sebagai warga yang baik, sebaiknya kita tetap menjaga warisan budaya nenek moyang kita dengan belajar atau memahami makna dari tarian tersebut. Agar budaya tersebut tidak hilang dimakan oleh waktu yang berjalan.

Solusi untuk melestarikan tari tanggai adalah dengan mencagarkan tarian tersebut membuat sanggar untuk tarian dan lebih memperkenalkan tarian dalam bentuk yang dapat dipahami oleh masyarakat jaman sekarang.

Hal yang sangat di sayangkan adalah masyarakat sekarang kurang kesadarannya untuk melestarikan dan menjaga budaya yang kita punya dengan cara mempernalkan tarian ini lebih dalam adalah solusi yang lebih baik

Editor : Salahudin Ak

No More Posts Available.

No more pages to load.