SIMALUNGUN – CN- Kejadian penangkapan produksi TBS milik PTPN IV unit Padang Matinggi (PDM) pada hari Kamis 19/1/2023 yang di lakukan salah satu asisten kepala Adrian bermarga Gultom. Di duga rekayasa pihak menejemen PTPN IV unit Padang Matinggi, untuk menutupin kesalahan dan mengkambing hitamkan karyawan pelaksana.
Terbukti pada saat penangkapan salah satu truk Vendor yang membongkar muatan di salah satu ram milik warga tepatnya di desa pengkolan kecamatan Bosar maligas kabupaten Simalungun provinsi Sumatera utara. Sang asisten kepala Andrian gultom hanya menemui sopir truk yang membawa muatan sawit, bukan ada karyawan pelaksana.
Menurut salah satu Nara sumber awak media cakrawala Nusantara (MCN) yang tidak mau di sebut jati dirinya. Mengatakan pada awak media ini. Setelah di tangkap truk oleh asisten kepala, truk tersebut di bawa ke kantor SDM, dan sesampai di kantor SDM, pihak SDM melayangkan surat ke afdeling 5 Padang Matinggi yang berisi tulisan nama nama karyawan pelaksana Bidang panen. Nama tersebut ada 6 orang bang yang di suruh datang ke kantor SDM ucap narasumber ini kepada awak media ini MCN.
Nara sumber yang juga salah satu karyawan PTPN IV ini menambahkan kepada awak media MCN, bahwa karyawan yang 6 orang yang di panggil, ke kantor besar langsung di bawa ke PKS tinjowan yang juga milik PTPN IV bersama truk yang di duga jadi barang bukti. Ke 6 orang karyawan itu di fhoto di timbangan dan setelah di fhoto langsung di gelandang ke polres simalungun ucap Nara sumber ini, lalu awak media MCN mencoba bertanya mandor satu ke mana bang tanya awak media, Nara sumber mengatakan sudah lari bang bersama mandor panen dan mandor transpot, ucap Nara sumber ini.
Tak puas dengan penjelasan Nara sumber tersebut, awak media MCN mencoba menyambangi kantor SDM dan kantor menejer akan tetapi awak media MCN kecewa di karenakan menejer dan SDM lari dari kantor karena alergi melihat jurnalis, hingga awak media MCN mencoba menghubungi lewat tlepon celluler dan juga WA, tapi sampai berita ini di layangkan ke meja kerja redaksi jawaban dari sang menejer dan SDM nihil
Dengan maksud membuat berita yang akurat dan terpercaya awak media MCN mencoba mencari keberadaan mandor satu dan juga mandor panen dan mandor transpot, untuk meminta keterangan, ternyata mandor satu bisa di hubungi awak media MCN melalui telepon celluler.
Ketika di hubungi team awak media MCN mandor satu afd 5 Padang Matinggi Bapak Husni abdi. Menuturkan lewat telepon celluler Jumat (3/2) 2023, bahwa kejadian penangkapan yang di lakukan oleh asisten kepala itu benar. Dan juga penahanan karyawan itu benar ada 6 yang di bawa tapi 1 di pulangkan oleh pihak polres Simalungun karena tidak terbukti bersalah, ucap Husni abdi terhadap team awak media MCN.
Husni abdi menambahkan kepada awak media MCN, bahwa kejadian penggelapan produksi TBS di afd 5 Padang Matinggi sudah mulai bulan November bang, kenapa kubilang bang karena mulai bulan November tanaman tahun 1999 di panen oleh karyawan panen, tidak boleh di nomor dan tidak pakai surat pengantar buah, (SPB) dan sesampai di PKS truk yang mengangkut TBS dari tanaman 1999 di timbang manual.
Mandor satu Husni abdi menambahkan kepada awak media MCN. Waktu itu saya bertanya sama asisten dan asisten kepala, pak kok nggak di nomorin TBS nya pak lalu gimana kita menghitung premi karyawan pak tanya saya,terhadap asisten, dan asisten kepala. Kedua atasan saya ini mengatakan bahwa ini perintah menejer, dan menejer mengatakan ini perintah Dirut jadi jangan kalian membangkang kalau mau masih mau jadi karyawan itulah ucap ke dua pimpinan saya bang ucapnya Husni abdi.
Mendengar ucapan ke dua pimpinan tersebut, teman teman sesama karyawan mencoba bermain curang dari perusahaan. Dengan menjual TBS dari tahun tanam 1999 ke gudang swasta. Karena mereka tidak dapat premi bang makanya mereka nekat ucap mandor satu ini yang tidak mau memberi tahu ke beradaan nya terhadap awak media.
Dari penjelasan dari karyawan PTPN IV unit Padang matinggi sudah jelas bahwa penggelapan produksi TBS sudah berjemaah seluruh karyawan, mulai dari tingkat Dirutnya Sucipto Prayitno sampai menejer. Diminta terhadap pihak aparat penegak hukum (APH) khususnya polres Simalungun dan Polda Sumatera Utara agar mengusut tuntas korupsi di kubu PTPN IV khusus nya Dirut PTPN IV.
Penulis team MCN













