Suka Makmue” Cakrawala Nusantara” atas pemblokiran badan jalan oleh warga DPRK Nagan Raya desak Eksekutif untu segera mengambil langkah – langkah untuk menangani persoalan mengenai pemlokiran badan jalan diatas tanah warga tersebut, Rabu 05 Juli 2023
Ketua DPRK Nagan Raya Jonni Adi juga mengatakan Eksikutif sebagai perpanjangan tangan Pemerintah pusat untuk segera melakukan trobosan – trobosan atau langkah yang terbaik demi untuk penyelamatan badan jalan akibat abrasi aliran sungai Lamie, karena selama tanah warga yang digunakan sebagai jalan lintas tersebut,” Kata Jonni Adi
Menurut nya DPRK akan pangil pihak Pemda guna mempertanyakan anggaran untuk penanganan pembuatan tanggul pengaman di Desa Drien Tujoh dan Desa Mon Dua, seperti yang di sampaikan oleh ketua BPBD bahwa anggaran sudah ada pada tahun 2022 itu, jangan sampai hilang begitu saja ,” Tegas ketua DPRK Nagan Raya Jonni Adi
Lebih lanjut ketua DPRK Jonni. Adi akan mempertanyakan mengena perjanjian dengan pemilik tanah, apalagi badan jalan dasar sudah habis termakan sungai, Ini tidak akan selesai kalau hanya mengunjungi saja kelokasi, dulu sudah pernah saya tanyakan mengenai proses nya , jawaban nya tinggal perencanaan & tender saja tetapi kok sampai saat ini belum juga pelaksanaan proses pembangunannya,” Tanya Ketua DPRK Jonni Adi
Pada musrembang tahun 2020 di kantor camat Darul makmur sudah disampaikan oleh Kabid pengairan bahwa dana untuk pembangunan tanggul pengaman sungai Lamie itu sudah ada Rp. 30 miliar untuk 3 lokasi namun sekarang dananya tinggal 20, 3 miliar kemanakah sisa dana itu ?.
Semalam tepat pukul 20, 30 Wib warga desa Drien Tujoh datangi rumah kediaman Ka biro Cakrawala Nusantara di desa Kabu kecamatan Tripa Makmur guna menyampaikan mengenai janji pemerintah melalui dinas BPBD bahwa jalan tersebut bulan maret mulai dikerjakan, namun hingga kini belum juga ada penangganan pembangunan pengaman tebing guna untuk mengurangi abrasi sungai tersebut, wajar saja kalau sipemilik tanah menutup jalan diatas tanahnya sesuai dengan hasil rapat pada tahun 2022 bulan November bahwa akan segera ditangani pembuatan tanggul pengaman t sungai Krueng lamie, tetapi hingga kini belum juga ditangani,” kata Iwan.
Dirinya juga berharap kepada pemerintah kabupaten yang merupakan perpanjanga tangan pemerintah pusat untuk segera menyampaikan persoalan tersebut,
karena kami merasa seperti dianak tirukan dan sebagai tumbal pilkada setelah itu para calonpun diam seribu bahasa sekurang kurangnya DPRK perjuangkan jangan tidur kami rakyat berharap kepada wakil rakyat bersama dengan pemerintah melakukan trobosan – trobosan ( melobi) kepusat,,” Pintanya,, (Ainon )











