Lampung Barat CN – Pekon Sukamarga – Konflik gajah liar Di Pekon Sukamarga dan Gunung Ratu masih terus berlangsung hingga gajah liar menjauh dari pemukiman warga di dua pekon ini sekarang, dan dinilai perlu penanganan cepat untuk mengurangi intensitas konflik yang sudah terjadi beberapa hari ini. kamis (05/Oktober 2023)
“Konflik gajah liar hampir setiap bulan terjadi di kecamatan suoh dan bahkan dalam satu bulan bisa beberapa kali gangguan gajah liar di banyak titik,
Peratin Sukamarga Jaimin, SULKI SH, Sugeng hari kinaryo Adi anggota DPRD lampung barat anggota resot suoh, Babinsa Yusup dan segenap masyarakat aparatur pekon sukamarga, Satgas Suoh dan Bandar Negri suoh kompak melakukan penggiringan Gajah liar yang beberapa hari ini meresah kan warga sukamarga dan gunung ratu Kecamatan suoh kabupaten Lampung barat.
Alhamdulillah sekarang masyarakat merasa sedikit lega dengan adanya respon cepat dari para satgas dan instansi terkait untuk menjauhkan Gajah liar dari pemukiman dan warga
Dalam kesempatan ini peratin Sukamarga Jaimin mengatakan, pihaknya bersama rombongan sudah melakukan patroli dan mitigasi konflik satwa liar gajah yang mengobrak-abrik perkebunan penduduk di pekon Sukamarga dan pekon gunung ratu.
Di kawasan itu, lanjut dia, ada kawanan gajah liar dan merusak tanaman padi dan beberapa tanaman milik masyarakat, Peristiwa ini bukan pertama kali, tetapi sudah berulang kali.
“Sasarannya ya tanaman masyarakat, Dari kejadian ini Bukan hanya lahan persawahan, yang di hancur kan namun tanaman lain nya juga ikut di porak porandakan yaitu perkebunan pisang, perkebunan pinang, duren dan lain lain-lain nya, Hingga membuat masyarakat mengalami kerugian besar sudah pasti ,” ujarnya.
Memang, dia menambahkan, ada dua pekon di kecamatan suoh di yang menjadi area jelajah gajah liar bertubuh besar itu, di antaranya pekon Sukamarga dan pekon gunung ratu.
Gangguan yang terjadi akibat gajah liar itu akan intensif terjadi apabila kawanan gajah sudah berada di seputar hutan Area Penggunaan Lain (APL) yang berdampingan dengan area perkebunan warga.
“Dan yang paling rentan terjadi konflik itu di titik pekon Sukamarga juga tugu ratu. Jadi hampir semua daerah di dua pekon ada persoalan dengan gajah liar ini,” ujarnya.
Sugeng hari kinaryo Adi anggota DPRD lampung barat bersama dengan peratin dan segenap masyarakat di dua pekon juga setgas, Babinsa , Bhabinkamtibmas, melakukan penggiringan dari tempat perusakan pemukiman warga ke hutan“Saat ini, gajah itu sudah di giring dan masuk ke hutan jadi ketika digiring,
Menurut peratin Sukamarga Jaimin saat di tanya konflik gajah liar dengan penduduk di daerah itu sudah terjadi lama. Sebab itu, masyarakat meminta agar gajah itu di amankan, agar mengurangi intensitas konflik satwa liar di daerah kecamatan suoh atau bandar negeri suoh,” ujarnya.
Apalagi, kata dia, di kawasan ini tidak bisa dilakukan pembangunan barrier (pembatas) agar gajah liar tidak memasuki perkebunan penduduk.“Di kawasan suoh itu secara kontur tanahnya tidak memungkinkan membuat barrier,” pungkasnya.
Editor : Suhendra CN















