Musrenbangpek Tingkat Pekon Sukamulya (RKP) Tahun 2024 Dan Daftar Usulan (DURKP) Tahun 2025 Sekaligus Rembuk Stanting

oleh

Lampung Barat CN – Kecamatan Pagar Dewa – Pembangunan sebuah Pekon tidak hanya pada aspek infrastruktur fisik semata, namun juga melibatkan aspek kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Rapat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Pekon tahun 2024 menjadi momen penting dalam merumuskan agenda pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Tak hanya itu, rapat Musrenbang kali ini juga dijadikan kesempatan untuk mengangkat isu penting sekaligus mendesak, yaitu rembuk stunting. Rabu (17/01/2024)

Musyawarah kali ini mengambil fokus utama pada penetapan Peraturan Pekon Tahun 2023 tentang pembangunan sekala prioritas Berkelanjutan dan pemerataan.

example banner

Acara dihadiri oleh camat Pagar dewa, Mat Patoni,S,Sos,M,Si, beserta seluruh jajaran nya, Kapala Puskesmas Pagar Dewa Desmalia,S,St, Beserta Bidan Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping desa (PL) Pendamping Lokal Desa (PLD) Kholidi, Ketua LHP, bersama anggotanya. Penyuluhan Pertanian kecamatan Pagar dewa taswan, Tidak hanya itu, Ketua TP-PKK, KWT, Linmas, kepala sekolah SD, sejumlah tokoh masyarakat LPM, PKK, Apatur Pekon juga turut hadir menunjukkan dukungan komunitas terhadap perwakilan pemerintah Pekon Sukamulya.

BACA  Pemerintah Pekon Ringin jaya Salurkan BLT - DD Bulan Januari - Juni Tahun 2026  

Mat Patoni,S,Sos,MSi, menyampaikan “Pentingnya Musrenbang tingkat Pekon sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan tidak dapat diabaikan. Musrenbang adalah platform partisipatif yang memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat Pekon untuk berkontribusi dalam merumuskan program dan proyek yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Tidak hanya itu, Musrenbang juga menjadi wadah untuk menggali potensi dan aspirasi masyarakat yang sering kali tidak terdengar.

Pada tahun 2024, fokus Musrenbang di Pekon Sukamulya ini adalah menciptakan Pekon yang sehat dan berkualitas. Pembangunan skala Prioritas, Peningkatan akses jalan, layanan kesehatan, pendidikan, sanitasi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi poin utama yang akan dibahas. Keterlibatan aktif seluruh warga Pekon dalam merumuskan rencana pembangunan menjadi kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan tersebut.

Musrenbang tahun ini menjadi momentum penting dalam menggabungkan dua agenda besar: pembangunan Pekon sukamulya Untuk pembangunan skala prioritas dan rembuk stunting. Dengan mengintegrasikan program-program pembangunan dengan upaya pencegahan stunting, Pekon ini berupaya memastikan kualitas hidup yang lebih baik bagi setiap warganya. “Ujarnya.

BACA  Pemerintah Pekon Ringin jaya Salurkan BLT - DD Bulan Januari - Juni Tahun 2026  

Kusnala Selaku Pj,Peratin Pekon Sukamulya” Bangga dengan kekompakan dan kolaborasi aktif antara pemerintah Pekon, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan berbagai stakeholder lainnya, diharapkan bahwa hasil dari Musrenbang tahun ini akan menghasilkan rencana pembangunan yang holistik dan berkelanjutan. Kesehatan dan kualitas hidup masyarakat adalah investasi jangka panjang yang akan membawa dampak positif bagi generasi mendatang.

Sebagai kesimpulan, Musrenbang tingkat Pekon sukamulya tahun 2024 dijadikan kesempatan emas untuk merumuskan rencana pembangunan Berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. “Ucapnya.

Dalam kesempatan ini juga Kepala Puskesmas Pagar Dewa Desmalia,S,St, mengucapkan terimakasih atas kebijaksanaan dari pemerintah kecamatan dan Pekon Dengan menggabungkan inisiatif rembuk stunting, diharapkan langkah konkret dapat diambil untuk mencegah dan mengatasi masalah stunting serta menciptakan Pekon yang lebih sehat, berdaya, dan berkualitas.

BACA  Pemerintah Pekon Ringin jaya Salurkan BLT - DD Bulan Januari - Juni Tahun 2026  

Salah satu isu yang diberikan perhatian khusus dalam Musrenbangpek tahun ini adalah rembuk stunting. Stunting atau kekurangan gizi kronis pada anak merupakan masalah serius yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan mental. Rembuk stunting merupakan inisiatif untuk menghimpun gagasan dan solusi dari berbagai pihak dalam upaya mencegah dan mengatasi stunting di Pekon ini.

Dalam rangka rembuk stunting, diberikan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang, perawatan pada masa kehamilan, dan pemberian ASI eksklusif. Faktor-faktor lain seperti sanitasi yang buruk dan akses terbatas terhadap air bersih juga turut diperhatikan. Pemberdayaan perempuan dan pemberian pendidikan tentang gizi yang tepat akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang, “Pungkasnya.

Editor : Hendra CN

No More Posts Available.

No more pages to load.