Palembang CN Gerakan Tuntutan Rakyat (GTR) Sumsel menyoroti adanya dugaan anggaran pembangunan proyek drainase timpah tindih atau terletak disatu titik, yang berlokasi di Jalan Mataram Rt 07 Rw 02 Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati Kota Palembang Provinsi Sumsel.
Awalnya drainase tersebut dikerjakan pada bulan Juni 2023 dan tanpa plang proyek, dikerjakan oleh pihak Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang SDA Kota Palembang, baru dikerjakan 25 % pekerjaan tersebut terbangkalai dengan alasan menunggu Jack hammer atau alat untuk menebok aspal Jalan.
Setelah waktu berjalan lebih kurang lima bulan pembangunan drainase tersebut tidak dikerjakan (mogok), tiba tiba drainase tersebut dikerjakan oleh pihak lain melalui dana aspirasi DPRD Kota Palembang. Oleh pihak lain ini, dinding res kiri kanan drainase yang dari batu bata tersebut dibongkar semua.
Menjadi pertanyaan sekarang, kemana dana anggaran drainase awal yang dikerjakan oleh pihak PUPR Bidang SDA Kota Palembang tersebut. Sementara pekerjaan ini diambil alih oleh pihak lain yang juga tidak ada plang proyeknya.
Berdasarkan informasi yang didapat GTR dilapangan, bahwa benar proyek drainase tersebut terjadi timpah tindih dan tidak diketahui anggaran dari mana.
“Kami dapat info dan bukti dilapangan, kalau awalnya proyek tersebut dipegang oleh ibu Miranda yang berdinas di PUPR Bidang SDA Kota Palembang, proyek drainase tersebut dimulai pengerjaannya dari ujung pembuangan akhir,” kata Rinaldi Davinci Koordinator GTR Sumsel.Kamis (18/01/24)
Sambungnya, baru dikerjakan kira kira 25 % pekerjaan tersebut mogok dengan alasan menunggu jack hammer untuk menebok aspal Jalan yang kira kira sepanjang 17 Meter yang termasuk juga gorong gorong Jalan.
“Berdasarkan info yang kami dapat, sudah berapa kali ditanyakan prihal kelanjutan pembangunan drainase tersebut, tapi jawabannya sama saja, menunggu Jack hammer yang masih dipakai PU Bina Marga Kota Palembang,” ucapnya.
Diajuga mengungkapkan, menurut info dari warga memang dari awal pengerjaannya drainase tersebut memang tidak ada plang proyeknya.
“Setelah kurang lebih lima bulan pekerjaan tersebut tak kunjung dikerjakan, tiba tiba ada pihak lain yang mengerjakannya menyambung pekerjaannya yang ada didepan Mataram, penyambungan drainase dari depan tersebut menggunakan dana aspirasi DPRD Kota Palembang,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Rinaldi, Seluruh pekerjaan yang dikerjakan oleh PUPR Bidang SDA tersebut semuanya dibongkar oleh para pekerja yang baru ini.
“Hal ini menjadi tanda tanya warga, kalau memang pihak lain yang mengerjakannya dan juga melalui anggaran yang berbeda, kemana anggaran awal tersebut larinya,” tukasnya.
Terakhir disampaikannya, bahwa dirinya bersama rekan rekan GTR Sumsel akan menggelar aksi unjuk rasa terkait adanya anggaran timpa tindih tersebut.
“Dalam waktu dekat ini kami akan menggelar aksi unjuk rasa, meminta Kejari Kota Palembang untuk mengusut kejelasan kemana larinya anggaran yang dikerjakan oleh pihak PUPR Bidang SDA Kota Palembang tersebut,” tegasnya.
Reporter : Andi













