Virall,!Terkait Pengeroyokan ini kata Kasi Intel Kajari Way Kanan.

oleh

WayKanan , Cakrawala Nusantara,– Sebuah video viral yang diunggah pada (5/10/2024) oleh selebgram di akun Instagram emak_jiehh dan TikTok @emak_jieh99 tengah menjadi sorotan publik.

Dalam video tersebut, selebgram itu menuding Polres Way Kanan dan Kejaksaan Negeri Way Kanan tidak profesional dalam menangani kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan mantan Kepala Kampung Bandar Dalam Kecamatan Negeri Agung dan keluarganya terhadap seorang warga bernama Mujiyono.

BACA  Satuan Brimob Polda Sumut Siaga Total Sambut May Day 2026, Apel Kesiapsiagaan Humanis Tegaskan Pengamanan Maksimal
example banner

Menanggapi hal ini, Kasi Intel Kejari Way Kanan, Rahmat Effendi, S.H., M.H., dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

“Pernyataan selebgram dalam video itu adalah tidak bernar, tidak sesuai fakta, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Rahmat Effendi.

Ia menjelaskan bahwa kasus pengeroyokan tersebut saat ini sedang diproses sesuai hukum.

Kejaksaan Negeri Way Kanan saat ini tengah meneliti kembali berkas perkara dari Polres Way Kanan setelah sebelumnya mengeluarkan P-19 (petunjuk pengembalian berkas untuk dilengkapi).

BACA  Bupati H. Asmar Ikuti RUPS Bank BRK Syariah, Harap Kemitraan Semakin Solid Beri Dampak Positif Bagi Kemajuan Daerah

“Kasus ini tidak tenggelam atau diabaikan seperti yang disebutkan di video tersebut. Semua prosedur hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Rahmat Effendi juga menambahkan bahwa selain memproses laporan terhadap mantan Kepala Kampung, pihak kepolisian juga menangani laporan terhadap Mujiyono karena adanya tuduhan balik.

“Perkara terhadap mantan Kepala Kampung ditangani oleh Polres Way Kanan, sementara perkara Mujiyono sedang ditangani Polsek Blambangan Umpu. Keduanya masih dalam proses hukum,” lanjutnya.

BACA  Progres Rehabilitasi Masjid Capai 40 Persen, Personel Satgas TMMD Kodim 1415/Selayar Terus Dikebut

Ia pun menghimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi yang jelas.

“Jangan mudah terprovokasi oleh video yang tidak memiliki dasar hukum. Selalu pastikan informasi berasal dari sumber terpercaya dan bijak dalam menggunakan media sosial,” pungkasnya. (Edo)

No More Posts Available.

No more pages to load.