Workshop Strategi Optimalisasi Pencegahan Kawin Anak di Bawah Umur, Upaya Bersama Lindungi Anak di Bawah Umur

oleh

GARUT, Tarogong Kidul | CN – Dinas pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut menyelenggarakan _Workshop_ Strategi Optimalisasi Pencegahan Kawin di Bawah Umur (STOP KABUR). Acara ini diselengarakan di Aula Universitas Garut, Jl. Raya Samarang, Garut, pada Rabu(12/3/2025).

 

example banner

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam upaya melindungi anak-anak dari berbagai risiko yang mengancam perkembangan mereka. Hal ini senada dengan apa yang diucapkan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang menyampaikan pentingnya upaya bersama dalam mencegah berbagai permasalahan yang dihadapi anak-anak di bawah umur seperti pernikahan dini dan kekeresan seksual.

BACA  Polsek Lau Baleng Hadiri Pelepasan Siswa SMP Negeri 1 Lau Baleng, Sampaikan Pesan Pendidikan dan Pencegahan Kenakalan Remaja

 

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, dan kita memiliki tanggung jawab untuk melindungi mereka dari berbagai ancaman, melalui workshop ini, kita berharap dapat merumuskan strategi yang lebih efektif dan terintegrasi dalam mencegah permasalahan anak di bawah umur,” ujarnya.

BACA  Polres Karo Ungkap 21 Kasus Narkoba Dalam Ops Antik Toba 2026

 

Selain itu, Rektor Universitas Garut (Uniga), Irfan Nabhani, menyampaikan bahwa pernikahan dini dan kekerasan seksual adalah masalah serius, ia berharap, kegiatan ini dapat memberikan solusi untuk mencegah hal tersebut.

 

“Pernikahan dini dan kekerasan seksual merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda, melalui workshop ini kita berupaya mencari solusi terbaik untuk mencegah permasalahan ini dan memberikan perlindungan yang optimal bagi anak-anak dan remaja,” ujar Irfan.

BACA  Pemerintah Pekon Ringin jaya Salurkan BLT - DD Bulan Januari - Juni Tahun 2026  

 

Di tempat yang sama, Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Yayan Waryana, menyampaikan harapanya kepada seluruh peserta workshop agar dapat meningkatkan pemahaman serta kesadaran mengenai bahaya pernikahan dini dan kekerasan seksual terutama pada usia remaja atau anak di bawah umur.

 

Terakhir, ia menyebutkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung upaya perlindungan anak dan remaja, serta memastikan bahwa setiap anak dan remaja mendapatkan hak-haknya.

Sumber : Diskominfo

(D.H)

No More Posts Available.

No more pages to load.