Kuansing-Riau,Cakrawala Nusantara.Id Masyarakat Kuantan Singingi (Riau) Khususnya kaum ibu ibu kembali mengeluhkan maraknya dan panti pijat plus-plus yang bermodus urut tradisional yang beroperasi di tengah kota, dekat hingga ke permukiman warga. Mereka khawatir, aktivitas yang di dalamnya diduga menyelipkan tawaran prostitusi secara terselubung itu, bakal mempengaruhi pola pikir anak-anak yang tinggal di wilayah tersebut.
Badu salah satu masyarakat setempat yang mengaku pernah mencoba datang ke panti pijat tersebut sebagai pelanggan. Dugaannya tak keliru, ketika berada di dalam panti pijat, ia mendapat tawaran prostitusi. Menurutnya, layanan pijat atau massage hanya modus saja, layanan yang sesungguhnya adalah protitusi. Pekerja umumnya tidak memiliki kemampuan dalam memijat, tujuan utama menggaet pelanggan ke sana untuk transaksi protitusi terselubung.
“Dalam ruangan ada kamar disekat-sekat seperti bilik. Pelanggan dilayani wanita seksi itu di dalam bilik. Bukan pijat sebenarnya, tapi untuk itu (prostitusi) kalau sudah cocok harga mulai beraksi,” ujarnya, Minggu (15/06/2025).
Masyarakat setempat, ibu ibu yang tidak mau disebutkan namanya yang tinggal di dekat lokasi panti pijat yang dimiliki RN juga mengaku khawatir suami atau anaknya terpengaruh dengan tawaran layanan pijat plus-plus ini. Sebab, keberadaan dan operasional panti pijat ini tidak ada batasan. Siapa saja bebas keluar masuk. Dan para lagi sering di jaga oleh salah seorang oknum wartawan tiap hari datang kesitu yang pakai mobil Zigra cokelat yang pakir tidak jauh dari panti pijat, ujar ibu tersebut.
Yang lebih parah lagi disaat rajia oleh petugas Satpol PP Kuansing selalu bocor dan Pintu tersebut di kunci dari luar, tapi di dalamnya ada aktivitas tersebut, ungkap masyarakat setempat.
Kami sebagai masyarakat dan kaum ibu ibu untuk meminta Kepada Satpol PP Kuantan Singingi dan Satgas Pekat Penegak Perda untuk menertibkan atau menutup secara permanen Panti Pijat yang bermodus urut tradisional yang dimiliki oleh RN yang berada di Desa Sawah ini yang telah membuat kami resah terhadap aktivitasnya, terutama kami sebagai kaum ibu ibu.
Jangan sampai kami kaum ibu ibu yang turun langsung untuk menutup panti tersebut, pangkasnya(Tim)















