Kado Hari Bhayangkara, Polda Riau Tangkap Pelaku Narkotika

oleh
oleh

Pekanbaru,-CN -Direktorat Narkoba Polda Riau menggagalkan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Kampar. Total narkoba jenis sabu sebanyak 14,87 kilogram disita polisi dalam operasi ini.
Wakapolda Riau Brigjen Jossy Kusumo mengatakan penindakan terhadap pelaku narkoba ini merupakan komitmen Polda Riau dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Polda Riau berkomitmen penuh memberantas segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” kata Brigjen Jossy dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Rabu (9/7/2025).

example banner

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Putu Yudha menjelaskan pihaknya menangkap dua tersangka kurir narkoba ini di wilayah Kampar, Riau, bertepatan di Hari Bhayangkara ke-79, pada 1 Juli 2025 lalu.

BACA  Polsek KKH Periksa Jagung Pipil Tumpang Sari - Tanaman Usia 20 H, Kondisi Baik Dukung Program Ketahanan Pangan

“Dari pengungkapan ini barang bukti yang kami sita yaitu 15 paket sabut seberat 14,87 kilogram,” ujar Kombes Putu.

Dua tersangka yang ditangkap adalah inisial S dan RAM. Kedua tersangka ditangkap di Jalan Cipta Karya Ujung, Kabupaten Kampar.

Dalam pengungkapan ini, tim Ditresnarkoba Polda Riau juga mengamankan 1 unit mobil Toyota Innova, tiga unit ponsel, dan uang tunai Rp 1,6 juta.

BACA  Patroli & Razia Di Desa Sipungguk – Kasat Narkoba Jaga Keamanan Kampung Tangguh

Hasil interogasi, kedua tersangka mengaku diperintahkan oleh MF untuk mengambil sabu dari Kabupaten Kampar untuk dibawa ke Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

“Jadi MF ini masih kami kejar dan kami masukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO),” imbuhnya.

Polisi juga melakukan pendalaman terhadap penerima narkoba di Kota Padang. Sebab, antara kurir dengan penerima barang ini tidak bertemu.

BACA  𝙎𝙚𝙠𝙧𝙚𝙩𝙖𝙧𝙞𝙨 𝘿𝙚𝙨𝙖/𝙉𝙖𝙜𝙤𝙧𝙞 𝙉𝙖𝙜𝙖 𝘿𝙤𝙡𝙤𝙠 𝙆𝙚𝙘𝙖𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙏𝙖𝙥𝙞𝙖𝙣 𝘿𝙤𝙡𝙤𝙠 𝙆𝙖𝙗𝙪𝙥𝙖𝙩𝙚𝙣 𝙎𝙞𝙢𝙖𝙡𝙪𝙣𝙜𝙪𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙩𝙖𝙝𝙪𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙖𝙣 𝘼𝙋𝘽𝘿𝙚𝙨𝙣𝙮𝙖.

Adapun, jaringan ini hanya memberikan titik koordinat untuk transaksi penjemputan narkoba tersebut.

“Karena sistem kerja mereka agak unik yaitu tidak bertemu, antara kurir darat, kemudian penerima tidak bertemu. Hanya sistem letak, kemudian diberikan titik koordinat kemudian dijemput oleh orang yang tidak dikenal oleh tersangka S dan RAM,” jelasnya.

Saat ini kedua tersangka ditahan di Mapolda Riau untuk pendalaman lebih lanjut, termasuk jaringan di atasnya.

Editor R Gulo

No More Posts Available.

No more pages to load.