Gerakan Leuweung Hejo, Bupati Garut Ingatkan Pentingnya Penanaman dan Pemeliharaan Pohon untuk Cegah Bencana

oleh

GARUT, Tarogong Kaler | CN – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengikuti kegiatan Penanaman Pohon dalam Rangka Gerakan Leuweung Hejo. Acara ini bertujuan untuk memperkuat upaya menjaga lingkungan yang dilaksanakan di Edu Wisata Perlebahan Gunung Guntur, Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jum’at (11/7/2025).

 

example banner

Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan dukungan terhadap program Gerakan Leuweung Hejo. Ia menyoroti dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia sebagai penyebab utama berbagai bencana di Kabupaten Garut.

BACA  Dansat Brimob Polda Sumut Hadiri Pembukaan Open Tournament Futsal Panglima TNI dalam Rangka HUT ke-81 TNI

 

“Saya perhatikan juga bahwa bencana di Kabupaten Garut sebagian besar karena kerusakan lingkungan yang dibuat manusia,” ujar Bupati.

 

Ia berharap dan berpesan kepada masyarakat agar kegiatan penanaman pohon ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan.

 

“Salah satunya dengan menanam pohon dan kita harus pelihara supaya tumbuh serta berkembang,” imbuhnya.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas amanat Gubernur Jawa Barat terkait Gerakan Leuweung Hejo.

BACA  Syukuran HUT ke-67 Pelopor, Brimob Sumut Perkuat Solidaritas dan Semangat Pengabdian

 

“Jadi Garut merespon adanya salah satunya penanaman pohon dan ditempatkan di lahan edu wisata Gunung Guntur,” kata Jujun.

 

Ia menambahkan, sebanyak 150 pohon ditanam dalam kegiatan ini dan penanaman akan dilakukan secara berkelanjutan di lokasi sumber mata air serta beberapa lahan yang telah disiapkan. Jenis pohon yang ditanam adalah tanaman keras (seperti Beringin dan Trembesi) dan tanaman buah-buahan, disesuaikan dengan kondisi tanah di masing-masing lokasi.

BACA  Polres Tebing Tinggi dan Sat Brimob Monitoring Situasi di Areal Sengketa Lahan PT Bridgestone

 

Jujun menekankan bahwa pemeliharaan pohon menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya, yang akan dilakukan bekerja sama dengan fungsi kehutanan.

 

“Kita akan tracking setiap pohon koordinatnya dan kita akan monitor atas laporannya akan terkontrol sehingga apa yang kita lakukan tidak hanya penanaman secara seremonial namun akan berdampak 5 tahun ke depan,” jelasnya.

 

Lahan yang digunakan saat ini adalah milik desa (lahan carik), namun ke depannya akan melibatkan tanah masyarakat. Total luas lahan penanaman ini mencapai 3 hektar.

 

(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.