GARUT, Garut Kota | CN – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2025 Jenjang Pendidikan Dasar se-Kecamatan Garut Kota resmi dibuka di SDN 01 dan 02 Kota Kulon Garut, Jl. Ciledug No.213, Kota Kulon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut, Jawa Barat yang di laksanakan pada hari Senin, 11 Agustus 2025. Acara bergengsi ini menjadi ajang bergengsi bagi para siswa sekolah dasar untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka di bidang kesenian sastra bahasa sunda.
Pembukaan FTBI dipimpin langsung oleh Korwil Bidang Pendidikan Kec. Garut Kota Drs, H. Jujun junaedi, M. Pd. Dalam sambutan pembukanya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap antusiasme dan semangat yang ditunjukkan oleh para peserta. Selain dihadiri oleh korwil dihadiri juga oleh ketua PGRI Garut kota yakni Bapak Rahmat, kepala kelurahan kota kulon Asep Ridwan beserta staf kelurahan, babinkamtibmas, dan Babinsa.
Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Garut Kota Drs, H. Jujun junaedi, M. Pd. menjelaskan tujuan utama pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa pembelajaran Bahasa Sunda telah diberikan di setiap satuan pendidikan. Festival ini menjadi sarana evaluasi untuk memastikan materi Bahasa Sunda tidak hanya diajarkan, tetapi juga benar-benar dihayati dan dikuasai oleh para siswa.
Beliau menuturkan, Bahasa Sunda merupakan muatan lokal wajib yang diajarkan di sekolah. Melalui FTBI, pihaknya dapat menilai sejauh mana pelajaran tersebut mampu meresap dalam keseharian siswa. “Salah satu bentuk pembuktiannya adalah lewat kegiatan lomba ini, sehingga kami bisa melihat kemampuan anak-anak dalam memahami dan menggunakan Bahasa Sunda,” ujarnya.
Dalam festival ini, terdapat tujuh mata lomba yang masing-masing dilaksanakan untuk kategori putra dan putri, sehingga total ada 14 cabang lomba. Setiap sekolah mengirimkan 14 peserta, dan tercatat seluruh 70 sekolah di Kecamatan Garut Kota ikut berpartisipasi. Antusiasme sekolah dan siswa menjadi tanda positif bahwa upaya pelestarian Bahasa Sunda mendapat dukungan luas.
Harapan ke depan, Festival Tunas Budaya dapat terus menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat siswa, khususnya dalam bidang bahasa dan seni budaya Sunda. Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan dapat lebih mengeksplor kekayaan bahasa, tradisi, dan kesenian daerah, sekaligus meningkatkan rasa bangga terhadap warisan budaya Jawa Barat.
Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Garut Kota menutup dengan pesan, “Mudah-mudahan kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang hebat, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi sopan santun sesuai adat ketimuran. Kami ingin anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang menghormati sesama, baik kepada orang tua, guru, kakak, adik, maupun masyarakat luas.”
(D.H)













