Bupati Joncik Perjuangkan Nasib PPPK Didepan Mendagri

oleh

Jakarta, CN – Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, yang juga wakil ketua umum Apkasi menunjukkan kepemimpinannya di tingkat nasional saat menghadiri Rapat Apkasi bersama jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, hari ini (18/9).

 

example banner

Dalam forum strategis tersebut, Joncik secara lantang menyuarakan keresahan daerah atas penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang sangat signifikan dan berpotensi menekan kemampuan keuangan pemerintah daerah.

 

Penurunan TKD ini tidak lepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Sebelumnya, dalam RAPBN 2025, TKD dirancang sebesar Rp 919,9 triliun. Namun setelah penerbitan Inpres 1/2025, alokasi TKD tahun 2025 berkurang jauh menjadi hanya Rp 848,52 triliun (28/4/2025).

BACA  Perkuat Sinergi Olahraga, Pengurus KONI Way Kanan Silaturahmi ke Yonif TP 892/Vikasa Sena Way Tuba

 

Sedangkan lebih miris Pada tahun 2026, pemerintah pusat kembali memangkas transfer ke daerah menjadi sekitar Rp 693 triliun artinya lebih dari Rp 100 Triliun TKD akan berkurang.

 

“Dampaknya sangat besar. APBD 2026 Empat Lawang bisa terguncang, karena penurunan TKD ini langsung menggerus kemampuan fiskal daerah. Bahkan, untuk belanja pegawai saja termasuk pembayaran gaji PPPK tidak akan terpenuhi,” tegas Ketum Kagama Sumsel ini.

 

Untuk Empat Lawang sendiri Joncik mengingatkan bahwa KUA/PPAS 2026 yang telah disepakati bersama DPRD kini terancam berubah drastis. Ia menilai kebijakan ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi menyangkut pelayanan publik serta nasib ribuan pegawai, khususnya tenaga honorer yang akan diangkat menjadi PPPK.

BACA  Satlantas Polres Empat Lawang Akan Adakan Operasi Patuh Musi 2026 Dimulai 8 Juni 

 

“Honorer yang sudah lama mengabdi berharap dengan status PPPK kehidupannya akan lebih terjamin. Namun kalau transfer daerah terus menurun tanpa kompensasi yang adil, maka janji negara untuk menyejahterakan mereka gagal terpenuhi. Saya di sini untuk memperjuangkan mereka,” ujar Ketum Kahmi Sumsel ini dengan penuh penekanan.

 

Melalui forum Apkasi, Joncik Muhammad bersama kepala daerah lain mendesak pemerintah pusat agar lebih bijak dalam merumuskan kebijakan fiskal. Ia menegaskan, daerah seperti Empat Lawang yang masih berjuang membangun infrastruktur dasar dan meningkatkan pelayanan publik tidak boleh dibiarkan kehilangan daya fiskal.

BACA  Koreksi News 0 Type and enter KOREKSI TV EKONOMI SOSIAL POLITIK KESEHATAN OLAHRAGA Beranda tni Way kanan Bangun Konektivitas Demi Kemajuan Desa, Kodim 0427/Waykanan Mulai Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Koreksi News Koreksi News 1 menit baca 6 Juni 2026 WAYKANAN // KoreksiNews - Kodim 0427/Way Kanan melaksanakan Ground Breaking pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kampung Serupa Indah, Kecamatan Pakuan Ratu. Jumat(6/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud sinergi TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Related Posts Sinergitas TNI dan Lapas, Danpos Koramil Blambangan Umpu Hadiri Apel Ikrar Permasyarakat Sinergitas TNI dan Lapas, Danpos Koramil Blambangan Umpu Hadiri Apel Ikrar Permasyarakat Kodim 0427/Way Kanan Gelar Kegiatan Gerakan Indonesia Asri dan Penyaluran Bansos di Umpu Kencana Kodim 0427/Way Kanan Gelar Kegiatan Gerakan Indonesia Asri dan Penyaluran Bansos di Umpu Kencana Pembangunan jembatan dengan panjang ±7 meter ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses pendidikan, kesehatan, dan sosial, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Dandim 0427/Way Kanan, Letkol Arm Sigit Windarto, S.Sos., M.Han., yang turut dihadiri unsur Forkopimda, pemerintah kampung, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Acara juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian TNI AD kepada masyarakat serta komitmen untuk terus hadir membantu mengatasi kesulitan rakyat di wilayah binaan.(Ibrahim).

 

“Pusat harus hadir dengan solusi. Jangan sampai daerah hanya diberi beban, sementara ruang gerak keuangan dipersempit. Ini bukan hanya soal pembangunan, tetapi soal keadilan fiskal, pelayanan publik dan kelangsungan hidup para aparatur yang bekerja untuk rakyat,” tandasnya.

 

Dengan sikap tegasnya ini, Bupati Joncik meneguhkan posisinya sebagai pemimpin daerah yang berani bersuara lantang demi kepentingan rakyat, khususnya untuk melindungi hak pegawai daerah dan memperjuangkan nasib para honorer yang telah lama menunggu kepastian.

No More Posts Available.

No more pages to load.