Aceh Timur – Cakrawala Nusantara id ~ Duka yang menyelimuti keluarga almarhumah Zainabon binti Araman pada Sabtu, 20 September 2025, di Dusun Alue Rincong, Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari kabupaten Aceh Timur, mendapat pelukan hangat dari seluruh warga gampong. Lebih dari sekadar bantuan dana, santunan kematian yang diserahkan pemerintah gampong menjadi simbol kuatnya tradisi gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Keuchik Gampong Pante Rambong, Hermanto, menyebutkan bahwa program santunan ini lahir dari musyawarah gampong, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga. “Dana desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tapi juga pembangunan sosial. Kehilangan seorang warga adalah kehilangan kita bersama, maka sudah sepatutnya kita saling menguatkan, ujarnya.
Santunan kematian di Pante Rambong sudah berjalan rutin sejak beberapa tahun terakhir. Hingga September 2025, tercatat delapan keluarga telah menerima bantuan serupa. Program ini menjadikan desa bukan hanya tempat tinggal, melainkan ruang kebersamaan di mana setiap warganya saling menanggung duka dan berbagi bahagia.
Bagi keluarga almarhumah, bantuan yang diterima menjadi penopang moral sekaligus bukti nyata bahwa mereka tidak berjalan sendirian menghadapi musibah. Dukungan masyarakat, doa bersama, dan perhatian pemerintah gampong memberikan kekuatan tersendiri di tengah kehilangan.
Turut hadir dalam penyerahan santunan itu, Mukhlis selaku Kepala Dusun Alue Rincong, dan M. Nasir sebagai anggota Tuha Peut perwakilan dusun. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa solidaritas bukan hanya slogan, melainkan benar-benar hadir dalam langkah nyata aparat desa bersama warganya.
Santunan kematian di Pante Rambong kini dipandang warga sebagai bentuk perwujudan nilai luhur gotong royong: bahwa setiap kesedihan akan terasa ringan bila dipikul bersama-sama.
(M Zubir)













