Ketua BAN PDM Sumut Prihatin 41 Satdik Gagal Divisitasi.

oleh

MEDAN CN. Id.  Sedikitnya sebanyak 41 Satuan Pendidikan (Satdik) TK/RA di Sumut gagal divisitasi Tim Asesor BAN-PDM Sumut. Hal ini membuat Ketua BAN PDM prihatin.
“Akbat force meyeur, banjir yang terjadi di Sumut akhir November ini ada sebanyak 41 satuan Pendidikan TK/RA yang gagal kita visitasi dari target 2.294 satuan Pendidikan TK/RA yang ditargetkan pada tahun 2025 ini,” kata Ketua Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar Menengah (BN-PDM) Provinsi Sumatera Utara Prof. Dr. Khairil Anshari, MPd ketika membuka Rapat Koordinasi Daerah Tahap II Provinsi Sumatera Utara, Senin, (8/12/2025) di Emerald Garden Hotel Jalan Yos Sudarso Medan.

BACA  Polres Karo Ikuti Sosialisasi Edukasi dan Dukung Eliminasi Rantai Perdagangan Orang

Menurut Khairil Ansari , tahun 2025 BAN-PDM Sumut mendapat kuota mengakreditasi 2.294 satuan Pendidikan tingkat TK/RA yang terdiri dari 1.552 KB (Kelompok Bermain), 1 Nava Dhammasekha, 66 RA , 1 SKTK, 47 SPS, 1 Taman Seminari, 617 TK, dan 9 TPA. Namun akibat banjir yang melanda saat assessor mau visitasi hal itu tidak bisa terjadi karena adanya bencana alam banjir yang melanda hampir seluruh wilayah di Sumatera Utara.
Ansari mengungkapkan empat kendala yang dihadapi BAN-PDM Sumut atas tidak tercapainya target akreditasi itu, diantaranya Permohonan Pergantian sasaran visitasi PAUD sebanyak 460 satuan yang terindentifikasi tutup/tidak ada pembelanjaran pada saat dilakukan Klasifkasi Permohoan Akredtasi (KPA) di tahun 2025 yang satuannya dinyatakan aktif oleh Dinas Pendidikan atau Kemenag kabupaten/kota.

BACA  Penderes PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja Pertanyakan Transparansi Uang Kutip Kompo yang Tiga Bulan Belum Cair.
example banner

“Selain itu bencana banjir yang terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Utara menyebabakan 41 satuan pendidikan tidak dapat divisitasi, “ kata Khairil Ansari lagi.

Dalam sambutannya Prof. Dr Khairil Ansari, MPd mengatakan BAN-PDM Provinsi Sumatera Utara sebagai penjaga kepercayaan pubik dan penggerak transformasi pembelajaran. Diakuinya Penjaminan Mutu Pendidikan di Indonesia belum berjalan optimal.
Menurutnya, Penjaminan Mutu Pendidikan bukan tentang dokumen, bukan juga tentang kepatuhan administrative belaka, tapi adalah budaya dan prilau kebiasaan bukan tjuan.

BACA  Polres Karo Ungkap 21 Kasus Narkoba Dalam Ops Antik Toba 2026

“Akreditasi tidak seharusnya menjadibeban yang menakutkan melainkan menjadi cermin bagi satuan Pendidikan untuk naik kelas melalui sistem pemjaminan mutu internal dan eksternal. Kami masih menyayangkan sampaisaat ini ada satuan Pendidikan yang tidak siap dan tidak mau diakreditasi,” kata Khairil Ansari lagi.

Khairil Ansari mengharapkan adanya kerjasama yang selaras dengan pemangku kebijakan baik Dinas Pendidikan maupun Kemenang kabupaten/kota terus mendukung proses akreditasi ini. Rakor Derah Tahap II ini akan berlangsung hingga Rabu, (10/12/2025) ini.

Kaperwil ( Junaidi Ginting )

No More Posts Available.

No more pages to load.