Baturaja , CN,-| detik-investigasi. com — Wajah parlemen Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali tercoreng. Sebanyak 11 anggota DPR
D OKU mangkir dari Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun 2025 yang digelar Jumat malam (12/12/2025). Akibatnya, pembahasan krusial Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 terpaksa ditunda karena tidak memenuhi kuorum.
Ironisnya, ketidakhadiran para wakil rakyat itu membuat Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, Wakil Bupati H. Marjito Bachri, unsur Forkopimda, serta para kepala OPD harus menunggu berjam-jam di ruang sidang tanpa kepastian.
Sesuai jadwal, rapat seharusnya dimulai pukul 20.00 WIB. Ketua DPRD OKU Sahril Emil bersama Wakil Ketua I Rudi Hartono telah siap memimpin sidang. Namun hingga melewati tengah malam, hanya 19 dari total 30 anggota DPRD yang hadir. Padahal, kuorum mensyaratkan minimal 20 anggota.
Kondisi ini membuat ruang paripurna tampak memprihatinkan. Deretan kursi kosong menjadi simbol mandeknya proses penetapan anggaran yang menentukan arah pembangunan daerah satu tahun ke depan.
Setelah menunggu tanpa hasil, Ketua DPRD OKU akhirnya mengetuk palu penundaan pada pukul 00.47 WIB, Sabtu dini hari (13/12/2025). “Rapat belum korum. Dengan sangat menyesal, paripurna malam ini kami tunda,” tegas Sahril. Rapat dijadwalkan ulang pada Sabtu pagi pukul 10.00 WIB.
- Hingga berita ini diturunkan, alasan mangkirnya 11 anggota DPRD tersebut masih menjadi tanda tanya. Belum ada klarifikasi resmi dari fraksi-fraksi terkait. Publik pun menanti, apakah para wakil rakyat akan menunjukkan tanggung jawabnya, atau kembali mempermainkan amanah di saat kepentingan daerah dipertaruhkan.(Tam/bet)
Baturaja | detik-investigasi. com — Wajah parlemen Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali tercoreng. Sebanyak 11 anggota DPRD OKU mangkir dari Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun 2025 yang digelar Jumat malam (12/12/2025). Akibatnya, pembahasan krusial Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 terpaksa ditunda karena tidak memenuhi kuorum.
Ironisnya, ketidakhadiran para wakil rakyat itu membuat Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, Wakil Bupati H. Marjito Bachri, unsur Forkopimda, serta para kepala OPD harus menunggu berjam-jam di ruang sidang tanpa kepastian.
Sesuai jadwal, rapat seharusnya dimulai pukul 20.00 WIB. Ketua DPRD OKU Sahril Emil bersama Wakil Ketua I Rudi Hartono telah siap memimpin sidang. Namun hingga melewati tengah malam, hanya 19 dari total 30 anggota DPRD yang hadir. Padahal, kuorum mensyaratkan minimal 20 anggota.
Kondisi ini membuat ruang paripurna tampak memprihatinkan. Deretan kursi kosong menjadi simbol mandeknya proses penetapan anggaran yang menentukan arah pembangunan daerah satu tahun ke depan.
Setelah menunggu tanpa hasil, Ketua DPRD OKU akhirnya mengetuk palu penundaan pada pukul 00.47 WIB, Sabtu dini hari (13/12/2025). “Rapat belum korum. Dengan sangat menyesal, paripurna malam ini kami tunda,” tegas Sahril. Rapat dijadwalkan ulang pada Sabtu pagi pukul 10.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, alasan mangkirnya 11 anggota DPRD tersebut masih menjadi tanda tanya. Belum ada klarifikasi resmi dari fraksi-fraksi terkait. Publik pun menanti, apakah para wakil rakyat akan menunjukkan tanggung jawabnya, atau kembali mempermainkan amanah di saat kepentingan daerah dipertaruhkan.(Tam/bet)











