ARTIKEL : Pemkab Labuhanbatu Turunkan Angka Stunting

oleh

Oleh : Ojak Hutagalung

Peran serta pemerintah khususnya KabupatenLabuhanbatu dalam mengurangi angka Stunting terus dilakukan dari Desa hingga ke kota.

example banner

Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun dan memiliki dampak terhadap pertumbuhan fisik mereka.

Gangguan pertumbuhan anak yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam masa pertumbuhan menyebabkan terjadinya stunting.

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu terus berupaya mengurangi angka Stunting di Bumi Ika Bina en Pabolo.

Angka prevalensi stunting di Kabupaten Labuhanbatu tercatat sebesar 20,2 persen, berdasarkan data terbaru per Maret 2025. Angka ini menunjukkan penurunan dari angka sebelumnya yang mencapai 27,0 persen pada tahun 2021. Pemerintah daerah terus menggencarkan upaya penurunan melalui intervensi gizi dan konvergensi program.

BACA 

Permasalahan stunting tidak dapat dianggap remeh karena berbagai situasi keluarga dapat mempengaruhi munculnya gangguan pada perkembangan anak.

Intervensi pemerintah terus dilakukan dengan Fokus pada edukasi dan intervensi gizi, termasuk rencana pemberian tablet tambah darah di 131 sekolah dari Kecamatan Bilah Barat hingga Panai Hilir.

Keseriusan Pemkab Labuhanbatu menurunkan angka Stunting terus dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) dan Dinas Kesehatan Labuhanbatu dalam menurunkan angka stunting.

BACA  ABDI ANDANA; Apresiasi,RS Martha Friska Brayan Komitmen Berikan Pelayan Terbaik Untuk Masyarakat

Kegiatan ini terus dilakukan dengan memberikan edukasi kepada ibu-ibu dan masyarakat umumnya tentang gejala dan tanda-tanda anak mengalami Stunting.

Memberikan edukasi dianggap perlu selain memperhatikan asupan gizi pada anak sehingga masyarakat mengetahui apa saja yang dialami oleh anak yang mengidap Stunting serta langkah-langkah yang diperlukan.

Berdasarkan UU Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025-2045, penurunan prevalensi stunting termasuk salah satu indikator dengan target nasional penurunan prevalensi stunting ditetapkan sebesar 18,8% di tahun 2025.

Langkah lain yang dilakukan Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, adalah berkolaborasi dengan yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Rantauprapat beberapa waktu yang lalu di pendopo rumah dinas Bupati Labuhanbatu.

BACA  Ketua PC 0215 FKPPI Langkat di Dampingi Ketua Satgas BBN Langkat Lantik Pengurus Rayon KB FKPPI Kecamatan Batang Serangan

Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, saat disambangi media menjelaskan akan terus berupaya menurunkan angka stunting di Labuhanbatu.

Stunting bukanlah hal yang ditakutkan, namun perkembangan anak seperti tinggi dan berat badan perlu diperhatikan dengan teliti.

Hal ini dapat dicegah dengan membawa anak ke Posyandu terdekat guna mengetahui keadaan anak sebenarnya.

Semoga Labuhanbatu terus berbenah dan mampu menekan angka Stunting.(Artikel : Ojak Hutagalung 7/2/2026)

No More Posts Available.

No more pages to load.