Tanjungbalai (CN) Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi Pengurus Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kota Tanjungbalai, Kamis (12/2/26) siang, di Ruang Kerja Wali Kota Tanjungbalai.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota didampingi Asisten Administrasi dan Umum Walman Riadi P. Girsang serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Abu Said Lubis. Rombongan PGPI Kota Tanjungbalai dipimpin langsung oleh Ketua PGPI, Pdt. Benny Lena.
Ketua PGPI Pdt. Benny Lena menjelaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan jajaran pengurus PGPI Kota Tanjungbalai periode 2023–2028. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Tanjungbalai atas kesediaannya menerima audiensi tersebut.
Pada kesempatan itu, Pdt. Benny Lena turut menyampaikan harapan agar Wali Kota Tanjungbalai berkenan menjadi Dewan Pembina atau Penasehat PGPI Kota Tanjungbalai. Selain itu, ia menegaskan komitmen PGPI untuk berkolaborasi dan bersinergi mendukung program pembangunan Pemerintah Kota Tanjungbalai sejalan dengan Visi Tanjungbalai EMAS.
Lebih lanjut disampaikan, sejumlah program PGPI Kota Tanjungbalai antara lain pelaksanaan seminar kesehatan, kegiatan pencegahan stunting, gotong royong di kalangan umat Kristiani, serta persiapan menyambut Hari Raya Pentakosta yang direncanakan berlangsung pada Juni 2026.
“Sejak tahun 2009, terdapat 15 gereja yang tergabung dalam PGPI Kota Tanjungbalai. Kami juga berkomitmen menjaga kerukunan umat beragama serta melaksanakan kegiatan berbagi kasih, tidak hanya untuk internal gereja, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menyampaikan bahwa salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah masalah kebersihan dan lingkungan. Ia berharap PGPI dapat berperan aktif membantu pemerintah dalam mengedukasi jemaat dan masyarakat.
“Saya mengharapkan PGPI Kota Tanjungbalai dapat mengajak para jemaat dan umat Kristiani untuk bergotong royong membersihkan lingkungan masing-masing. Apalagi saat ini kondisi cuaca rawan memicu penyakit, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD),” ujar Wali Kota.
Selain itu, Wali Kota juga meminta dukungan PGPI untuk bersama-sama menjaga toleransi antarumat beragama, khususnya selama Bulan Suci Ramadan. Ia berharap PGPI dapat ikut mengimbau para pedagang agar menutup kedai tuak di Kecamatan Datuk Bandar sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. (Hani/Hanif)












