Cakrawalanusantara.id – Nganjuk – Dugaan pungutan di SMKN 1 Bagor dan SMKN 2 Bagor, Kabupaten Nganjuk, menjadi sorotan masyarakat setelah beredarnya sejumlah kwitansi pembayaran yang disebut sebagai biaya kegiatan sekolah.

Dokumen yang diterima media menunjukkan adanya pembayaran dengan nominal tertentu yang dilakukan secara bertahap hingga dinyatakan lunas. Beberapa orang tua siswa menyampaikan bahwa pembayaran tersebut telah ditentukan jumlahnya dan dikaitkan dengan kepentingan administrasi sekolah.

Informasi yang dihimpun media ini berdasarkan dokumen dan keterangan yang diterima dari sejumlah pihak, dan hingga kini masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala SMKN 1 Bagor, Kepala SMKN 2 Bagor, maupun Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Nganjuk, meski upaya konfirmasi telah dilakukan.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengingat sekolah negeri pada prinsipnya telah mendapatkan dukungan pembiayaan dari pemerintah melalui berbagai program, termasuk Dana BOS, mekanisme penarikan dana dari siswa tentu harus mengacu pada ketentuan yang berlaku dan mengedepankan asas transparansi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk, DPRD Kabupaten Nganjuk khususnya Komisi IV yang membidangi pendidikan, serta aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Negeri dan Kepolisian, dapat memberikan perhatian terhadap persoalan ini agar diperoleh kejelasan berdasarkan fakta dan aturan yang berlaku.
Semakin lama polemik ini tanpa penjelasan resmi, semakin besar ruang spekulasi yang berkembang di publik. Karena itu, klarifikasi terbuka dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan demi menjunjung tinggi prinsip keberimbangan, akurasi, dan profesionalisme jurnalistik.
Cakrawalanusantara.id Jurnalis Nganjuk Jomsen Silitonga













