Cakrawalanusantara.id – NGANJUK – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kabupaten Nganjuk mulai menjadi sorotan masyarakat. Keluhan terkait adanya pungutan yang diduga dibebankan kepada siswa kini ramai diperbincangkan oleh wali murid.

Informasi yang beredar menyebutkan dugaan pungutan tersebut terjadi di SMKN 1 Bagor dan SMKN 2 Bagor yang berada di Desa Selorejo, Kecamatan Bagor, serta di SMKN 2 Nganjuk.

Sejumlah wali murid mengaku mempertanyakan transparansi serta dasar dari pungutan yang diminta kepada siswa. Mereka berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa para orang tua siswa berharap adanya kejelasan mengenai pungutan yang dimaksud.
“Kalau memang ada kebutuhan sekolah, seharusnya disampaikan secara jelas kepada wali murid. Supaya tidak menimbulkan dugaan pungutan liar,” ujarnya kepada awak media.
Keluhan tersebut kini ramai diperbincangkan di berbagai grup percakapan warga maupun media sosial. Beberapa masyarakat juga meminta agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi sehingga persoalan tersebut tidak berkembang menjadi polemik di tengah masyarakat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak SMKN 1 Bagor, SMKN 2 Bagor di Desa Selorejo Kecamatan Bagor, serta SMKN 2 Nganjuk belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pungutan yang ramai diperbincangkan tersebut.
Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dapat melakukan penelusuran guna memastikan apakah pungutan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau tidak.
Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang serta sesuai dengan fakta di lapangan.
(Jomsen Silitonga – Jurnalis Nganjuk)















