Wajah Ramah, Modus Licik: Madan Sinaga Diduga Dalang Pencurian Mobil dan Motor di Tanah Jawa

oleh
oleh

Tanah Jawa.CN- 15 Maret 2026 — Sosok yang selama ini dikenal ramah dan santun di tengah masyarakat ternyata menyimpan dugaan kejahatan serius. Madan Sinaga (26), warga Perumahan Kampung Melayu No. 74, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, kini menjadi sorotan warga setelah diduga menjadi otak di balik serangkaian kehilangan kendaraan di wilayah tersebut.

Madan diketahui bekerja di Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tanah Jawa, sama seperti ayahnya, Rano Sinaga, yang berdomisili di Simpang Tangsi Balimbingan.

example banner

Selain bekerja, Rano juga dikenal sebagai pemain keyboard di daerah itu. Namun, reputasi keluarga ini kini tercoreng setelah muncul berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga pada 15 Maret 2026, Madan diduga telah membawa kabur sedikitnya 12 unit kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Modus yang digunakan diduga melalui rental kendaraan, lalu kendaraan tersebut tidak pernah dikembalikan. Warga menduga kendaraan-kendaraan itu kemudian digadaikan atau dijual secara ilegal.

BACA  Pemko Tebing Tinggi Lepas Keberangkatan 82 Jemaah Haji Menuju Tanah Suci

Tidak hanya masyarakat biasa, beberapa rekan kerja dan bahkan atasan di tempat kerjanya disebut-sebut juga menjadi korban.

Salah satu korban, R Boru S, kehilangan mobil Daihatsu Terios putih BK 1738 TAA setelah dirental oleh Madan.

Menurut penuturan R Boru S kepada media, peristiwa bermula ketika Madan datang ke rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu Madan datang menggunakan mobil bersama beberapa orang, lalu memperkenalkan diri dengan sopan kepada ibu R Boru S.

Karena sikapnya yang ramah dan terlihat meyakinkan, keluarga korban akhirnya mengizinkan mobil tersebut dirental pada malam itu juga. Dalam pertemuan tersebut, seorang pria bernama Oky Lubis diduga ikut sebagai sopir dan mengetahui rencana Madan, namun tidak mengungkapkan maksud sebenarnya.

Pada awalnya, Madan hanya meminta mobil untuk satu hari. Namun, setelah lewat dari waktu yang dijanjikan, ia terus menelepon untuk meminta perpanjangan waktu — dari dua hari, tiga hari, hingga beberapa hari lagi.

BACA  Marwati Warga Batangmata Sapo Apresiasi Layanan Kesehatan Gratis di Pembukaan TMMD ke-128 Selayar

“Awalnya satu hari, tapi selalu berubah. Kadang janji pagi, lalu siang, lalu malam. Kami jadi sangat was-was,” ujar R Boru S.

Pada suatu kesempatan, mobil sempat dikembalikan sekitar pukul 22.00 WIB, namun suami korban langsung menegur Madan karena sering mengubah janji waktu pengembalian.

“Apanya maksud kalian? Kami jadi takut mobil ini dibawa kabur,” kata suami korban saat itu, menurut cerita R Boru S.

Beberapa waktu kemudian, Madan kembali menghubungi korban untuk merental mobil yang sama. Meski sempat ragu, korban akhirnya kembali meminjamkan kendaraan tersebut.

Modusnya kembali sama: Madan terus meminta tambahan waktu dengan berbagai alasan. Bahkan ia sempat meminta nomor rekening untuk mentransfer uang sewa.

Namun pada Jumat, 14 Maret 2026, sebelum pukul 10.00 WIB seperti yang dijanjikan, telepon Madan tidak lagi aktif. Upaya menghubungi nomor orang tuanya juga tidak berhasil.

BACA  Kegiatan Rutin, Camat Talang Padang Pimpin Langsung Gotong Royong Tebas Bayang

Sejak saat itu, mobil milik R Boru S tidak pernah dikembalikan, dan Madan diduga telah melarikan diri.

Warga Resah, Polisi Diminta Bertindak
Serangkaian kejadian ini membuat masyarakat Kelurahan Tanah Jawa semakin resah. Warga berharap aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas.

Masyarakat khususnya menaruh harapan kepada Kapolsek Tanah Jawa yang baru bertugas agar segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku yang diduga telah merugikan banyak warga.

“Warga sudah sangat resah. Kami berharap polisi segera bertindak dan mengungkap kasus ini sampai tuntas,” ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Madan Sinaga belum diketahui dan diduga telah melarikan diri. Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat yang kini menunggu langkah tegas dari pihak kepolisian. (JR.S)

No More Posts Available.

No more pages to load.