Pintu Air Sungai Buluh Roboh Diterjang Abrasi, Pemkab Sergai Dinilai Lamban Merespon.

oleh

SERGAI – CN – Kondisi memprihatinkan terjadi di aliran Sungai Buluh yang terletak di perbatasan Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, dan Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Hal tersebut diketahui awak Media ketika melintasi Sungai Buluh pada hari Selasa (21/04/2026), nampak terlihat beberapa bagian sungai terkena abrasi hingga hampir mengenai badan jalan di bantaran Sungai tersebut.

Abrasi sungai yang semakin parah juga  mengakibatkan pintu air yang berada ditengah sungai tersebut terlihat roboh di lokasi, namun hingga kini belum juga mendapat perhatian atau tindakan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai maupun pihak terkait lainnya. Robohnya pintu air ini dinilai sangat mendesak (urgent) untuk ditangani, mengingat fungsinya yang krusial bagi ekosistem sungai dan pengairan di wilayah tersebut. Namun, terkesan ada pembiaran dari instansi berwenang.

BACA  Kasatpol PP Kabupaten Karo Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Penegakan Perda
example banner

Camat Perbaungan, Elmiaty, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp nya pada Rabu 22 April, mengenai kerusakan tersebut membenarkan adanya laporan mengenai kejadian tersebut. Ia mengklaim sudah melaporkan masalah ini ke dinas terkait.

BACA  Kasus Penganiayaan Ringan Berakhir Dengan Restorative Justice di Polsek Berastagi 

“Sudah kita sampaikan ke pihak dinas, bang,” ujar Elmiaty singkat. Namun, ketika disinggung lebih detil dinas apa yang bertanggung jawab, Elmiaty menjawab, “Dinas Pertanian.”

Upaya konfirmasi awak media kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, Dedy Iskandar, melalui pesan dan telepon WhatsApp pada hari yang sama, tidak membuahkan hasil. Kadis Pertanian terkesan bungkam dan tidak memberikan respon terkait abrasi yang menghancurkan fasilitas publik tersebut.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Rijal, Kepala Desa (Kades) Lubuk Bayas, yang tidak merespon saat dikonfirmasi melalui WhatsApp dan telpon WhatsApp nya pada Kamis 23 April,  mengenai dampak abrasi di desanya, namun juga tidak ada mendapatkan respon.

BACA  Polsek Tigapanah Hadiri Rapat Koordinasi Pemerintahan Dolat Rayat, Dorong Sinergi Lintas Sektor

Lambannya respon dari Dinas Pertanian Sergai maupun aparatur desa setempat sangat disayangkan. Masyarakat berharap Pemkab Sergai segera turun tangan sebelum kerusakan abrasi semakin meluas dan dampak robohnya pintu air semakin merugikan warga, terutama petani yang menggantungkan air dari aliran tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda peninjauan lokasi maupun perbaikan dari dinas terkait. (Syahrial).

No More Posts Available.

No more pages to load.