Hardiknas 2026: Ketua PGRI Way Kanan Machiavelli HT Ajak Pendidik ‘Mendidik dengan Hati’ Demi Mutu Pendidikan

oleh
oleh

 

 

example banner

Way Kanan, CN.-
WAY KANAN – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh elemen pendidikan di Bumi Ramik Ragom.

Machiavelli, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Way Kanan, menekankan pentingnya kolaborasi global dan ketulusan dalam proses belajar mengajar untuk mencetak generasi unggul.

BACA  Keluarga Laka Lantas Desak Keadilan, Terlapor Mangkir Mediasi

Dalam pernyataannya, Machiavelli mengusung semangat kebersamaan untuk meningkatkan standar pendidikan di daerah. Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan beliau.

Beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menguatkan partisipasi semesta guna mewujudkan pendidikan yang bermutu dan merata bagi semua kalangan.

Menekankan bahwa aspek emosional dan dedikasi adalah kunci utama dalam mendidik. “Didiklah dengan hati, majulah dengan ilmu,” tegasnya.

Berita Terkait

Beliau mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan adalah warisan terbaik yang bisa diberikan kepada generasi penerus, sehingga harus terus dijaga dan disebarluaskan.

BACA  sertijab, Iptu Riswanto Jabat Kasat Reskrim Polres Way Kanan

Sebagai pucuk pimpinan PGRI di Way Kanan, Machiavelli berharap momentum Hardiknas ini menjadi titik balik bagi para guru untuk terus berinovasi. Ia meyakini bahwa dengan penguasaan ilmu yang dibarengi dengan ketulusan hati, kualitas pendidikan di Kabupaten Way Kanan akan semakin kompetitif.

BACA  Kapolres Empat Lawang Atensi Kasus Dugaan Penghinaan Terhadap Profesi Wartawan

 

“Selamat Hari Pendidikan Nasional! Mari kita bersama-sama menguatkan tekad untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas,” ujar Machiavelli dalam pesan tertulisnya. 

Peringatan Hardiknas 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni belaka, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh tenaga pendidik bahwa tugas mereka adalah menjaga nyala api pengetahuan bagi masa depan bangsa.(Edo)

No More Posts Available.

No more pages to load.