SERGAI – CN – Hubungan kemitraan antara pihak manajemen perkebunan Tanah Raja dengan insan pers kembali mendapat sorotan. Manajer Kebun Tanah Raja, Djoel Irwin, diduga sengaja memblokir nomor WhatsApp awak media saat hendak dikonfirmasi terkait fungsi kontrol sosial masyarakat. Peristiwa ini bermula pada Jumat, 8 Mei 2026, yang mana awak media mengirimkan pesan WhatsApp ke nomor Manajer Kebun Tanah Raja untuk memperkenalkan diri, sekaligus memohon izin bersilaturahmi guna menawarkan jalinan kemitraan yang baik, Senin (18/05/2026).
Namun, upaya komunikasi tersebut tidak mendapat respons positif. Dugaan pemblokiran kuat muncul saat awak media hendak melakukan konfirmasi mengenai sebuah temuan di lapangan setelah tidak adanya respon dari Manager. Pesan konfirmasi yang dikirimkan hanya menunjukkan indikator centang satu (tidak terkirim), padahal sebelumnya komunikasi awal menunjukkan indikator centang dua (terkirim).
Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di lingkungan Kebun Tanah Raja. Beberapa bulan lalu, awak media juga mengalami hal serupa saat mencoba membangun komunikasi dengan Asisten Kepala (Askep), Bayu Ginting. Kontak tersebut tiba-tiba terputus tanpa alasan yang jelas, diduga kuat karena diblokir.
Sikap tertutup dari jajaran manajemen Kebun Tanah Raja ini sangat disayangkan. Sebagai perusahaan publik atau entitas yang mengelola aset, pihak perkebunan seharusnya membuka ruang komunikasi yang transparan, bukan justru terkesan alergi terhadap kehadiran jurnalis yang menjalankan tugasnya sebagai kontrol sosial.
Hingga berita ini diturunkan, pihak wartawan masih kesulitan mendapatkan akses konfirmasi resmi dari pihak manajemen Kebun Tanah Raja akibat penutupan saluran komunikasi tersebut. Awak media berharap jajaran pimpinan atas bersedia memberikan klarifikasi demi perimbangan informasi yang objektif. (Syahrial).













