Langkat-Cn Ratusan warga menggelar aksi damai sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak yang selama kurang lebih 20 tahun tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Aksi yang berlangsung tertib tersebut diawali dengan zikir dan sholawat bersama sebagai bentuk doa dan harapan agar perjuangan masyarakat mendapat perhatian serta solusi dari pemerintah daerah.

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan itu berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan tetap kondusif.
Warga membawa berbagai poster dan spanduk berisi tuntutan perbaikan infrastruktur jalan yang dinilai sangat memprihatinkan dan menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat.
Selain menyampaikan aspirasi secara damai, warga juga mengadakan penandatanganan petisi yang ditandatangani oleh seluruh masyarakat yang hadir, termasuk jajaran pemerintah yang datang menemui massa aksi. Petisi tersebut menjadi bentuk kesepakatan dan dukungan bersama agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata terhadap kondisi jalan yang telah lama dikeluhkan warga.
Perwakilan masyarakat menyampaikan bahwa jalan rusak yang dibiarkan selama puluhan tahun telah berdampak besar terhadap perekonomian, pendidikan, serta aktivitas masyarakat sehari-hari. Mereka menilai selama ini belum ada perhatian serius maupun langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami hanya meminta hak kami sebagai masyarakat. Jalan ini sudah rusak selama 20 tahun dan sampai hari ini belum ada perhatian nyata. Kami ingin pemerintah benar-benar turun dan melihat kondisi yang kami alami setiap hari,” ujar Didik Gunawan salah satu warga Desa Kwala Air Hitam dalam orasinya.
Meski aksi berlangsung damai dan tertib, masyarakat menegaskan akan tetap melanjutkan aksi demonstrasi hingga Bupati Kabupaten Langkat turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jalan dan mendengarkan aspirasi warga secara langsung.
Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan demi mendukung aktivitas masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah tersebut.













