SERGAI – CN – Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai Sumut, belakangan ini menjadi sorotan serius menyusul maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang semakin terasa meresahkan masyarakat. Berbagai laporan dan informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan bahwa transaksi dan penggunaan zat terlarang ini tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan terkesan berjalan cukup terbuka di sejumlah titik, bahkan di lingkungan pemukiman dan tempat keramaian. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran yang mendalam, terutama karena sasaran utamanya adalah generasi muda, pelajar, dan remaja yang merupakan penerus masa depan daerah dan bangsa.
Menyikapi situasi yang semakin mengkhawatirkan ini, Iko Lingga Dwipa, selaku Ketua Rayon Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (GM FKPPI) 0203-010 Kecamatan Sei Bamban, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan sikap tegas organisasinya. Ia menegaskan bahwa GM FKPPI tidak akan tinggal diam dan memandang maraknya narkoba ini sebagai ancaman nyata yang harus dilawan bersama – sama, karena bertentangan langsung dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu dan cita-cita membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
“Kami sangat prihatin dan menyesalkan fakta bahwa narkoba semakin merajalela di tanah kelahiran kami sendiri. Sebagai putra-putri purnawirawan TNI dan Polri yang sejak kecil diajarkan cinta tanah air, disiplin, dan menjaga kehormatan, melihat generasi muda kita terjerumus atau terancam bahaya narkoba adalah luka yang sangat dalam bagi kami. Narkoba adalah musuh negara, musuh masa depan, dan perusak tatanan kehidupan. Ia menghancurkan fisik, akal budi, masa depan individu, hingga merusak keharmonisan keluarga dan ketertiban masyarakat,” tegas Iko Lingga Dwipa dalam pernyataannya, pada hari Selasa (02/06/2026) .
Ia mengakui bahwa berdasarkan pantauan anggota dan laporan warga,
peredaran narkoba jenis sabu-sabu diduga banyak beredar di kecamatan sei Bamban. keluhan warga yang merasa khawatir karena aktivitas tersebut terlihat berjalan bebas seolah tidak ada rasa takut, dan dikhawatirkan mulai menjangkiti kalangan pelajar.
“Kami mendengar langsung keluhan tetangga, orang tua, dan tokoh masyarakat. Ada rasa cemas, ada rasa takut, dan ada kekecewaan mengapa hal ini bisa terjadi dan dibiarkan. Ini bukan sekadar masalah hukum, tapi masalah kemanusiaan dan pertahanan bangsa. Jika generasi muda kita rusak akibat narkoba, siapa lagi yang akan melanjutkan perjuangan dan membangun daerah ini nanti? Oleh karena itu, kami di GM FKPPI Rayon Sei Bamban bertekad menjadi garda terdepan dalam mengingatkan, mengedukasi, dan mengajak semua pihak untuk bersatu memberantas narkoba,” tambahnya.
Menurut Iko, keberadaan GM FKPPI bukan hanya untuk berkumpul atau melestarikan nilai sejarah, melainkan harus bermanfaat nyata bagi masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen untuk menjalankan program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di tingkat desa dan dusun, bekerja sama dengan Muspika, BNNK, kepolisian, perangkat desa, tokoh agama, dan pemuda setempat.
Langkah konkret yang disiapkan meliputi: sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah dan pemuda, pembentukan satuan pengawasan warga, kampanye anti-narkoba, serta menjadi jaring pengaman dan mitra aparat dalam memberikan informasi jika ditemukan indikasi peredaran. Ia juga mengingatkan anggotanya untuk menjadi teladan bersih narkoba dan mengajak keluarga serta lingkungan sekitar menjauhi segala bentuk zat terlarang .
“Kami minta aparat penegak hukum bertindak lebih tegas, cepat, dan tuntas. Jangan hanya menangkap pemakai atau pengedar kecil, tapi harus sampai ke jaring dan pemasoknya. Hukum harus tajam dan tidak pandang bulu. Kami juga mengimbau seluruh warga jangan diam saja. Jangan anggap bukan urusan kita. Laporkan jika melihat, ketahui bahayanya, dan awasi anak-anak kita. Narkoba baru bisa hilang kalau kita semua kompak menolaknya,” seru Iko dengan nada berapi-api.
Di akhir pernyataannya, Ketua Rayon GM FKPPI ini kembali menegaskan bahwa di bawah semangat persatuan dan nilai Pancasila, Kecamatan Sei Bamban harus bebas dari narkoba. “Sei Bamban Bersih Narkoba” menjadi semangat baru yang digaungkan organisasi ini. Ia berjanji akan terus berjuang menjaga wilayah ini agar tetap aman, damai, dan menjadi tempat tumbuh kembang generasi yang unggul, sehat, dan membanggakan.
“Kami warisi semangat pengabdian orang tua kami, kami lanjutkan dengan cara kami. Narkoba kami lawan, masa depan kami jaga. Bersama kita pasti bisa,” pungkas Iko Lingga Dwipa.
(Syahrial)













