Aceh Singkil.CN -Kepala dinas pekerjaan umum (PUPR) Ali karya ST, dan pimpinan Ketua (SATGAS) satuan tugas percepatan pembangunan Aceh (PPA) Aceh Singkil Syafriadi, menggelar kegiatan temu ramah Silaturahmi dan Sinergitas sebagai momentum mempererat kebersamaan dan memperkuat sinergi kerja seluruh unit pelaksana teknis (UPT) di daerah setempat.
Kegiatan yang diselenggarakan secara luring di ruang PUPR dan diikuti beberapa dari satuan tugas PPA oleh berbagai bidangnya masing-masing momen ini menjadi ajang strategis untuk menyambung kembali komunikasi, memperkuat koordinasi, serta membangun semangat baru dalam menjalankan tugas pembangunan infrastruktur secara nasional.
Acara diawali dengan sesi pembukaan, dilanjutkan dengan silaturahmi antar pimpinan dan pegawai, serta kegiatan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang saling pengenalan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan sebagai fondasi utama dalam organisasi.
Adapun pembahasan dalam Pertemuan strategis antara Kepala Dinas PUPR dan Satgas Percepatan Pembangunan Aceh (Satgas PPA) Aceh Singkil sukses digelar untuk mengoptimalkan alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.
Fokus utama pertemuan ini mencakup percepatan infrastruktur jalan serta verifikasi data pekerja rentan, memastikan dana tersebut langsung memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Syafriadi,SE selaku Korkab SATGAS PPA, juga berikan masukkan, Terkait dana DBH Sawit yang mengalir di PUPR Kabupaten Aceh Singkil, terlalu minim untuk meningkatkan perbaikan ruas jalan yang rusak di seluruh pelosok.
Mengingat Aceh Singkil memiliki Perkebunan terbesar kedua di Provinsi Aceh setelah Kabupaten Nagan Raya, Dana Bagi Hasil Sawit ini perlu kita telusuri dan diaudit pungkasnya.
Menurut dari keterangan kadis PUPR pagu DBH Sawit yang masuk ke dinas PUPR Aceh Singkil periode tahun 2026 ini sekitar Rp 2.1 Miliar.
Dengan mengusung semangat kebersamaan pasca momentum kegiatan ini, diharapkan mampu menjadi energi baru bagi seluruh insan di jajaran PUPR untuk kembali on track, meningkatkan produktivitas, serta menghadirkan kinerja yang lebih optimal dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar seremoni, Silaturahmi dan Sapa menjadi simbol bahwa koordinasi yang kuat dan komunikasi yang terbuka adalah kunci dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima. Dengan semangat baru, PUPR siap melangkah lebih solid, adaptif, dan responsif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Di tengah tantangan pembangunan yang terus berkembang, semangat “kembali terhubung” ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi bukan hanya kebutuhan, tetapi juga kekuatan utama untuk terus bergerak maju. Karena pada akhirnya, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan publik dan menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.
jurnalis : Yudi Sagala CNtv













