SDA Sumut Diduga Biarkan Makam Sisoma Batangtoru Tergerus 7 Bulan Tanpa Aksi.

oleh
oleh

Cakrawala Nusantara – Sumut Di saat Pemprov Sumut gencar bicara mitigasi bencana, di Batangtoru justru terjadi sebaliknya. Sebuah pemakaman umum bernama Sisoma dibiarkan sekarat. Tebingnya runtuh, tanahnya longsor, nisan leluhur terancam hanyut. Dan selama 7 bulan, tidak ada satu pun alat berat SDA Sumut yang terlihat di sana.

 

example banner

Bencana itu dimulai 7 Desember 2025. Banjir bandang mengubah wajah Sungai Batangtoru. Sungai yang dulu jinak, kini jadi monster. Ia melebar ke kiri, melahap sawah Hapesong Baru. Ia menggerus ke kanan, menghabisi kebun Wek III, dan kini mengincar Pemakaman Sisoma.

BACA  Bupati Batu Bara Tegaskan Manajemen Talenta Jadi Kunci Reformasi Birokrasi dan Penguatan Kinerja ASN.

 

Hasilnya? Terbentuk “pulau mati” di tengah sungai. Bukti konkret pendangkalan parah yang dibiarkan.

 

*”Ini bukan lagi soal banjir. Ini soal kelalaian,”* ujar Nelfan Sihombing, 55, warga yang makam orang tuanya kini tinggal sejengkal dari bibir jurang. *”Kami hanya minta satu: Normalisasi. Segera,”* desaknya 15/06/2026.

 

 

Saat warga menjerit, birokrasi justru bermain lempar.

 

Camat Batangtoru, Mara Tinggi Siregar, http://S.AP., M.M., angkat tangan. *”Itu bukan wewenang kami. Itu urusan SDA Provinsi,”* katanya, lepas tanggung jawab 15/06/2026.

BACA  Polsek Dolok Merawan Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Warga Paritokan

 

Giliran Cakrawala Nusantara mengejar SDA Sumut di nomor 0852-7700-2xxx. Pukul 17.20 WIB, 15 Juni. Pesan terkirim. Centang dua. Dan… senyap.

 

*SDA Sumut memilih diam. Diam saat makam warga terancam. Diam saat ditanya publik.*

 

#### *PERTANYAAN BESAR: ANGGARAN KE MANA?*

 

Batangtoru adalah lumbung sawit dan industri. PTPN IV, pabrik-pabrik besar berdiri di sana, Tambang emas, PLTA dengan kewajiban CSR 20%. SDA Sumut juga punya APBD miliaran untuk normalisasi sungai.

BACA  Dorong Ketersediaan Air Bersih, Bupati Baharuddin Sambut Kerja Sama SPAM dengan PT Chandra Tirta Karian.

 

Lalu ke mana semua itu? Mengapa bronjong penahan tebing tak kunjung datang? Mengapa Sisoma harus menunggu sampai nisan terakhirnya jatuh ke sungai?

 

*”Jika hari ini mereka diam, besok siapa yang akan mereka kuburkan? Karena bisa jadi, itu makam mereka sendiri,”* tutup Nelfan dengan getir.

 

Pemprov Sumut, SDA Sumut… Publik Batangtoru sedang mencatat.

 

*Reporter: Tim Investigasi Cakrawala Nusantara*

( Nelwan).

No More Posts Available.

No more pages to load.