Krisis BBM di Sergai Lumpuhkan Aktivitas Warga, Antrean Mengular dan Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu.

oleh

SERGAI – CN – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Bio Solar dalam beberapa hari terakhir memicu kelumpuhan aktivitas warga dan mengancam roda perekonomian di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara.

Pantauan di lapangan menunjukkan kelangkaan ini memicu antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan raya. Antrean panjang didominasi oleh truk dan kendaraan roda empat yang hendak mengisi Bio Solar, hingga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas. Sementara itu, area pengisian Pertalite untuk sepeda motor terpantau penuh sesak dan riuh oleh warga yang berebut mendapatkan bahan bakar. Kondisi ini diperparah dengan menipisnya stok Pertamax di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) saat Pertalite habis.

BACA  Dua Minggu Pasca Aduan, Warga Dusun 6 Bogak Besar Tagih Realisasi Komitmen Pemdes dan Camat Terkait Dampak Usaha Ternak Ayam.
example banner

Dampak kelangkaan ini juga memicu lonjakan harga di tingkat pedagang eceran. Warga yang tidak mendapatkan BBM di SPBU terpaksa membeli Pertalite eceran dengan harga melambung tinggi, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per botol. Warga kini mendesak adanya tindakan nyata dari pihak terkait untuk segera mengatasi krisis ini.

Menanggapi situasi tersebut, Manager SPBU 14.206.157 Sei Rampah, Muliadi, mengungkapkan bahwa persoalan utama terletak pada proses distribusi, bukan pada kekosongan stok nasional.

BACA  Pemdes Hutan Panjang Terima 6 Siswa Magang dari SMK Negeri 2 Rupat

“Kurangnya armada pengiriman. Pertamina sudah menambah armada pengangkutan tangki biru putih sebanyak 20 unit dibantukan untuk pendistribusian ke SPBU-SPBU,” ujar Muliadi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (15/7/2026) malam.

Muliadi menambahkan, berdasarkan informasi dari pihak Pertamina, penambahan 20 Mobil Tangki (MT) baru tersebut diharapkan mampu mengurai kemacetan distribusi.

“Baik Bapak Ibu, semoga malam ini lebih baik dengan adanya 20 MT Biru Putih. Itu jawabannya dari pihak Pertamina,” ungkapnya.

Penjelasan ini sejalan dengan pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, bersama pihak Pertamina yang beredar di berbagai media massa dan media sosial baru-baru ini. Dalam pernyataannya, Gubernur menegaskan bahwa kelangkaan yang terjadi di Sumatra Utara bukan disebabkan oleh minimnya pasokan BBM, melainkan akibat keterbatasan armada distribusi dan kekurangan tenaga sopir tangki.

BACA 

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk memperbantukan personel sebagai pengemudi tangki BBM. Langkah ini diambil agar penyaluran BBM ke masyarakat dapat dipercepat, sembari menunggu rampungnya proses perekrutan sopir baru oleh pihak Pertamina.

Masyarakat Sergai kini berharap komitmen penambahan armada dan keterlibatan personel TNI-Polri ini dapat segera menormalisasi pasokan BBM di SPBU dalam waktu singkat.  (Syahrial).

No More Posts Available.

No more pages to load.