TEBO —Cakrawala Nusantara. Id- Senyum bahagia dan rasa haru mewarnai raut wajah warga Desa Pemayongan, Kecamatan Sumai, Kabupaten Tebo. Impian bertahun-tahun masyarakat setempat untuk menikmati pasokan listrik secara memadai kini menjadi kenyataan seiring bertahap dimulainya pemasangan kWh meter listrik PLN di kawasan pemukiman mereka.
Suasana suka ria menyelimuti desa saat para petugas teknis PLN mulai memasang unit-unit kWh meter di rumah warga satu per satu. Kehadiran aliran listrik PLN ini menjadi angin segar yang telah lama dinantikan guna menunjang kehidupan sehari-hari dan pembangunan di wilayah tersebut.
Ungkapan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam disampaikan oleh warga kepada pihak PT PLN (Persero) serta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tebo. Sinergi antara pemerintah daerah dan PLN dinilai sangat responsif dalam mendengarkan aspirasi serta memperjuangkan kebutuhan mendasar masyarakat pelosok.
Ratman, selaku perwakilan panitia dari warga Desa Pemayongan, mengonfirmasi bahwa proses pengerjaan di lapangan berjalan aman dan lancar tanpa kendala berarti.
”Saat ini sudah terpasang sekitar 60 unit kWh meter di rumah-rumah warga. Proses penyambungan ini akan terus berjalan secara bertahap dan berkelanjutan sampai seluruh rumah target terpasang sepenuhnya,” ujar Ratman saat memberikan keterangannya.
Dukungan dan apresiasi atas terealisasinya program penerangan ini juga datang dari berbagai pihak. Keluarga besar Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Tebo dan pihak PLN atas komitmen nyata yang ditunjukkan dalam mengaliri listrik hingga ke Desa Pemayongan. Peran aktif Pemda dan PLN dianggap sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan masyarakat di tingkat tapak.
Dengan masuknya aliran listrik yang stabil ini, masyarakat optimis kualitas hidup mereka akan meningkat secara signifikan. Hadirnya listrik tidak hanya menerangi kegelapan malam, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal, mempermudah kegiatan belajar anak-anak sekolah di malam hari, serta mendukung kelancaran berbagai aktivitas kemasyarakatan dan keagamaan di Desa Pemayongan. (Teno Jabrik)











