Polres Selayar Gelar Apel Kesiapan Karhutla 2026, Tekankan Deteksi Dini dan Sinergi Lintas Sektor

oleh
oleh

Selayar.CN- Polres Kepulauan Selayar menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolres Kepulauan Selayar, Selasa (11/8/2026) pagi.

Apel yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut dipimpin Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil., dan melibatkan personel gabungan TNI-Polri serta unsur pemerintah daerah dan instansi terkait.

example banner

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah undangan dari unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, BPBD, SAR, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PDAM, serta instansi terkait lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kepulauan Selayar.

Dalam apel tersebut, Kapolres Kepulauan Selayar membacakan amanat Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya pada musim kemarau.

BACA  Wakil Walikota Tanjungbalai Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Dalam amanatnya, Kapolda Sulsel menegaskan bahwa kesiapsiagaan penanganan Karhutla perlu diperkuat melalui mitigasi, patroli terpadu serta sinergi lintas sektoral yang melibatkan pemerintah, TNI, Polri, BPBD, masyarakat peduli api, pihak swasta dan masyarakat.

“Laksanakan deteksi dini dan pemetaan daerah rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” demikian salah satu penekanan Kapolda Sulsel dalam amanat yang dibacakan Kapolres Selayar.

Kapolda juga menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan koordinasi secara intensif dengan kementerian, lembaga dan instansi terkait guna mempersiapkan langkah menghadapi dampak kekeringan maupun potensi terjadinya Karhutla.

Upaya pencegahan juga ditekankan melalui sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat agar pembukaan maupun pengolahan lahan dilakukan tanpa menggunakan metode pembakaran.

Selain itu, pengecekan langsung di lapangan terhadap titik panas atau hotspot yang terdeteksi perlu dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan adanya kebakaran.

BACA  Pertegas Layanan Keagamaan Berdampak, KUA Bahorok Narasumber di MT. Al-Insyaf 

Apabila terjadi kebakaran, upaya pemadaman harus segera dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk penggunaan teknologi water bombing apabila diperlukan.

Kapolda Sulsel juga menekankan pentingnya monitoring, patroli, operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) serta tata kelola gambut sebagai bagian dari langkah pencegahan terjadinya Karhutla dan meluasnya hotspot.

Untuk mempercepat koordinasi apabila terjadi Karhutla, jajaran juga diarahkan membentuk posko terpadu yang melibatkan Polri, TNI, instansi terkait dan para relawan. Posko tersebut diharapkan mampu mempermudah pemantauan sekaligus mempercepat koordinasi dalam penanganan apabila terjadi kebakaran.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan. Dalam amanat tersebut disebutkan penggunaan teknologi modern seperti pemantauan melalui Aplikasi Lancang Kuning, Aplikasi Sipongi, drone dan rekayasa cuaca agar respons terhadap potensi kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

BACA  Polres Way Kanan Peringati Hari Kesaktian Pancasila: Memperkokok Persatuan, Meneguhkan Janji Pengabdian Kamis 01 Oktober 2026, 11:05 WIB JETSIBER.COM - WAY KANAN — LAMPUNG | Dengan khidmat dan penuh keagungan, Polres Way Kanan di lingkungan Polda Lampung melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Parama Satwika, Kamis (1/10/2026). " Mengangkat tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", kegiatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan peneguhan kembali tekad menjaga fondasi luhur kehidupan berbangsa. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Way Kanan, AKBP Ramadhona, yang bertindak selaku Inspektur Upacara. Hadir dalam kesempatan ini jajaran Pejabat Utama, para Kapolsek, perwakilan personel dari seluruh satuan kerja, serta Aparatur Sipil Negara di lingkungan kepolisian setempat. Suasana berlangsung tertib, tenang, dan sarat makna. Diawali mengheningkan cipta, seluruh peserta menunduk sejenak menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur membela kemurnian Pancasila. Rangkaian dilanjutkan pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945 oleh Briptu Tomas Adi Saputra, serta pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila yang dibawakan oleh Briptu Alfinto Sahputera. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon rahmat dan kedamaian bagi bangsa serta tanah air. Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa peringatan ini adalah momen untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila ke dalam setiap langkah pengabdian. "Peringatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Mari kita jadikan Pancasila sebagai semangat yang senantiasa memperkokoh persatuan, menjaga keberagaman, dan menggerakkan semangat gotong royong. Jadikan ia landasan utama dalam menjalankan tugas, guna memberikan pelayanan yang tulus dan terbaik bagi masyarakat," ujar AKBP Ramadhona. Suasana yang sederhana namun penuh ketulusan sepanjang upacara mencerminkan komitmen seluruh personel untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upacara berakhir dengan tertib, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan nyata sehari-hari. (NURs)

Di sisi lain, Kapolda Sulsel menegaskan perlunya mengefektifkan sanksi administrasi dan penegakan hukum pidana terhadap pelaku usaha yang membuka maupun mengolah lahan dengan cara membakar.

Menutup amanatnya, Kapolda Sulsel mengingatkan seluruh personel agar tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan dalam melaksanakan tugas di lapangan.

“Mari kita jaga alam dan lingkungan kita bersama demi keselamatan masyarakat luas,” demikian pesan Kapolda Sulsel.

Apel gelar pasukan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar.( Ucok Haidir )

No More Posts Available.

No more pages to load.