Polsek Rantau Kopar bersinergi dengan Puskesmas Lakukan Fogging Cegah Penyebaran DBD di Bagan Cempedak

oleh
oleh

ROKAN HILIR.CN- Kepolisian Sektor (Polsek) Rantau Kopar menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait adanya warga yang terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melakukan fogging di wilayah Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Senin (17/8/2026).

Kegiatan fogging dilaksanakan sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Madrasah Kampung Tengah, Kepenghuluan Bagan Cempedak, Kecamatan Rantau Kopar.
Kegiatan tersebut melibatkan Kapolsek Rantau Kopar Iptu Nanang Parinduri, S.H., M.H., Kepala Puskesmas Rantau Kopar Ns. Endang Primawati, S.Kep., tim kesehatan Puskesmas Rantau Kopar, ketua RT, tokoh masyarakat, serta personel Polsek Rantau Kopar.

BACA  Semarak Kemerdekaan, Brimob Nias Ajak Anak-Anak Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Perlombaan
example banner

Fogging dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk membunuh nyamuk dewasa pembawa virus dengue, khususnya nyamuk Aedes aegypti, di lingkungan permukiman warga.

Selain membasmi nyamuk dewasa, kegiatan tersebut juga bertujuan memutus rantai penularan DBD, terutama di lokasi yang telah ditemukan kasus, serta menjangkau area rumah dan saluran air yang sulit dibersihkan.

BACA  Maulid Nabi Muhammad SAW di Sempang Sebabi Dihadiri Sekitar 200 Jamaah

Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rantau Kopar IPTU Nanang Parinduri, S.H., M.H. mengatakan langkah cepat yang dilakukan jajaran Polsek Rantau Kopar merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus responsif terhadap keluhan dan kebutuhan masyarakat. Fogging ini merupakan langkah bersama untuk mencegah penyebaran DBD dan melindungi masyarakat,”.

BACA  Semangat Kemerdekaan, Polres Tebing Tinggi Gelar Upacara HUT ke 81 RI

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi turut menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta membersihkan lingkungan secara rutin,” katanya.

Sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah setempat, dan masyarakat sangat penting dalam mencegah penyebaran penyakit DBD.

(M.Rambe)

No More Posts Available.

No more pages to load.