
BLAMBANGAN UMPU, WAY KANAN, CN– Pemerintah Kabupaten Way Kanan memperkuat koordinasi dan penanganan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan. Langkah ini mengusung prinsip “Lapor Cepat – Respon Cepat – Padamkan Cepat” guna mengutamakan upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana sejak dini.
Bupati Ayu mengimbau seluruh elemen masyarakat, aparatur pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga sektor pendidikan dan kesehatan untuk bergerak bersama mendukung gerakan Way Kanan Siaga. Bupati juga menegaskan dukungan terhadap penegakan hukum secara tegas bagi pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Kepala Pelaksana BPBD Way Kanan, Sufrianto, S.AN., mengusulkan lima strategi kesiapsiagaan utama, yakni:
Siaga Data: Integrasi satu data terkait titik panas, kejadian, dan risiko kekeringan.
Siaga Kampung: Penetapan penanggung jawab, pembentukan tim siaga, serta persiapan peralatan dan sumber air.
Siaga Air: Pemetaan dan distribusi sumber air sebelum terjadi krisis.
Siaga Respons: Alur deteksi, verifikasi, mobilisasi, hingga evaluasi cepat.
Siaga Layanan: Memastikan fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, dan bantuan sosial tetap berjalan saat bencana.
Berdasarkan pemantauan periode 19–25 Agustus 2026 melalui aplikasi Sipongi, Lancang Kuning, dan BMKG, terdeteksi 19 titik api kategori tinggi dan 68 titik api kategori sedang yang tersebar di tujuh kecamatan di Way Kanan. Selain itu, per 2–14 Agustus 2026, tercatat 8 kejadian kebakaran lahan dengan total luas terdampak 18,25 hektare, termasuk dugaan kebakaran lahan seluas 10,40 hektare di areal PTPN I Regional 7 Afdeling Blambangan Umpu.
Guna mendukung operasional di lapangan, Polres Way Kanan menyiagakan Satgas Tanggap Bencana sebanyak 193 personel, mendirikan Posko Pemantauan Titik Api, serta menyediakan sarana armada kendaraan tangki, patroli, dan ambulans. Pemerintah daerah juga mempercepat kesiapan layanan kedaruratan melalui Call Center 112.(e dr o)





