Gondang Nganjuk,( Jatim ), Media Nasional Cakrawalanusantara.id – Jomsen Silitonga.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Nganjuk, Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekolah Rakyat tersebut menjadi momentum dimulainya proses pendidikan bagi para peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2.
Acara tersebut dihadiri Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A., Wakil Bupati Nganjuk, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pejabat dan unsur pemerintahan lainnya.
Turut hadir Direktur Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI Adrianus Alla, perwakilan Kapolres Nganjuk yang diwakili Waka Polres, Dandim yang diwakili Kasdim,
Kejaksaan Negeri Nganjuk yang diwakili Kasi Intel Kejari, Kepala OPD, Camat Gondang, Kepala Desa setempat, Kapolsek Gondang, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, BPS, para wali murid serta pendamping SDM PKH/TKSK.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Seleksi Dilakukan Melalui Penjangkauan Langsung, Kegiatan MPLS ini merupakan tahapan setelah proses seleksi dan penetapan peserta didik Sekolah Rakyat yang dilakukan melalui proses cukup panjang.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, proses rekrutmen peserta didik Sekolah Rakyat tidak hanya mengandalkan pendaftaran secara mandiri. Tim SDM PKH melakukan penjangkauan langsung (outreach) ke masyarakat untuk mencari dan memastikan anak-anak dari keluarga yang menjadi sasaran program dapat memperoleh kesempatan pendidikan.
Proses penjangkauan tersebut dilakukan selama lebih dari satu bulan. Hasilnya kemudian dibahas melalui rapat pleno untuk menetapkan peserta didik yang memenuhi kriteria.
Proses seleksi dan rapat pleno penetapan peserta didik tersebut juga mendapat perhatian serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Bupati dan Wakil Bupati.
Saat ini, kuota peserta didik untuk jenjang SMP sebanyak 90 siswa dan SMA sebanyak 90 siswa telah terpenuhi.
Sementara untuk jenjang SD dengan kuota 90 siswa atau tiga rombongan belajar, baru terisi sebanyak 20 siswa.
Kekurangan peserta didik pada jenjang SD tersebut masih akan dilakukan penjangkauan oleh tim SDM PKH. Penjangkauan dilakukan secara fleksibel sehingga tidak semata-mata bergantung pada momentum tahun ajaran baru.
Sekolah Berbasis Asrama dengan Fasilitas Pendukung
Sekolah Rakyat Nganjuk merupakan sekolah berbasis asrama (boarding school) yang disiapkan dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kebutuhan pendidikan sekaligus kehidupan peserta didik selama berada di lingkungan sekolah.
Selain kegiatan belajar mengajar, para siswa mendapatkan pendampingan selama 24 jam melalui wali asrama maupun wali asuh.
Kebutuhan nutrisi siswa juga menjadi bagian dari layanan yang diberikan. Para siswa mendapatkan makan tiga kali sehari serta snack dua kali sehari.
Tidak hanya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari, aspek kesehatan peserta didik juga mendapat perhatian melalui pemeriksaan kesehatan gratis atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara berkala.
Dengan sistem tersebut, Sekolah Rakyat tidak hanya diarahkan sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan terpadu yang memberikan pendampingan, pembinaan karakter, kebutuhan dasar dan penguatan kemandirian siswa.
Dalam kegiatan tersebut, para orang tua juga diberikan pemahaman agar tidak merasa khawatir menitipkan anak-anak mereka selama mengikuti pendidikan dan tinggal di asrama.
Pendampingan yang dilakukan pihak sekolah dan pengelola asrama diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan baru.
Dukungan orang tua, terutama melalui doa dan komunikasi yang positif, dinilai penting agar para siswa dapat menjalani proses pendidikan dengan nyaman, betah di lingkungan sekolah, serta mampu berkonsentrasi dalam mengejar cita-cita.
Sementara itu, kehadiran Bupati Nganjuk, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Kementerian Sosial, pemerintah provinsi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kepolisian hingga unsur pendamping sosial menjadi bagian penting dalam mengawal keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
( Kabiro Nganjuk / Cakrawalanusantara.id )











