oleh
Oplus_131072

BENGKALIS — Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah kendaraan roda empat hingga roda enam diduga digunakan untuk mengangkut BBM dengan menggunakan pelat nomor ganda serta tangki kendaraan yang diduga telah dimodifikasi.

Sorotan tersebut mencuat setelah adanya temuan dan keluhan masyarakat terkait pola pengisian BBM bersubsidi di sejumlah SPBU di wilayah Rupat. Dugaan serupa disebut bukan kali pertama menjadi perhatian di lapangan, sehingga masyarakat meminta agar persoalan tersebut tidak hanya menjadi sorotan sesaat, tetapi mendapat perhatian dan pemeriksaan dari pihak berwenang.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan BBM bagi masyarakat yang membutuhkan untuk keperluan sehari-hari. Masyarakat pun meminta adanya pengawasan dan penindakan apabila nantinya ditemukan pelanggaran dalam proses pembelian maupun distribusi BBM bersubsidi.

example banner

Saat tim media melakukan konfirmasi kepada salah seorang operator SPBU di kawasan Teluk Lecah, operator tersebut menyebut bahwa persoalan yang ditemukan bukan hanya terkait dugaan penggunaan pelat nomor ganda. Menurut keterangannya, terdapat pula kendaraan yang tangkinya diduga telah mengalami perubahan atau modifikasi.
“Bukan cuma pelat mobil ganda, tangkinya juga sudah dirombak,” ujar operator tersebut saat dikonfirmasi.

BACA  Setelah Jalani Perawatan di RSCM, Febiona dan Agnesia Pulang ke Karo

Dalam kegiatan konfirmasi di lapangan, situasi sempat memanas ketika salah seorang sopir kendaraan yang diduga digunakan untuk mengangkut BBM tersebut mempertanyakan keberadaan tim media. Sopir tersebut disebut sempat melontarkan kalimat bernada menantang kepada salah satu anggota tim media yang berada di lokasi.
Meski demikian, dugaan penggunaan kendaraan berpelat ganda dan tangki modifikasi tersebut masih memerlukan pemeriksaan serta pembuktian dari pihak berwenang. Begitu pula dugaan adanya praktik penyelewengan BBM bersubsidi tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan temuan atau keterangan di lapangan.

BACA  Jenguk Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG SMK 1 Merdeka, Pemkab Karo Pastikan Penanganan Medis Berjalan Maksimal

Bukan Kali Pertama Disorot
Masyarakat menyebut persoalan terkait kendaraan yang diduga melakukan pengisian BBM bersubsidi dalam jumlah tertentu telah menjadi perhatian sebelumnya. Karena itu, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan terhadap aktivitas pengisian BBM bersubsidi di wilayah Rupat telah dilakukan.
Jika memang ditemukan adanya pola pembelian berulang, penggunaan kendaraan dengan identitas yang tidak sesuai, atau perubahan kapasitas tangki kendaraan, masyarakat berharap hal tersebut dapat diperiksa secara menyeluruh oleh instansi yang memiliki kewenangan.

Masyarakat Kecamatan Rupat berharap aparat penegak hukum, khususnya Polsek Rupat dan Polres Bengkalis, dapat melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas pembelian dan distribusi BBM bersubsidi di wilayah tersebut apabila terdapat indikasi pelanggaran.

Pengawasan juga dinilai penting untuk memastikan BBM bersubsidi disalurkan sesuai ketentuan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak.
Selain persoalan kendaraan dan pelat nomor, masyarakat juga mempertanyakan mekanisme pengisian BBM bersubsidi di SPBU. Beredar keluhan mengenai adanya perbedaan jumlah pengisian antara kendaraan tertentu, termasuk klaim bahwa kendaraan roda empat dapat mengisi dalam jumlah lebih besar, sementara pengguna sepeda motor disebut tidak selalu memperoleh volume sesuai kapasitas tangki.

BACA  Ketua MIO Sumut dan Ketua MIO Karo Kunjungi Joe Sidjabat di RS Advent, untuk Solidaritas Organisasi dan Kebersamaan

Keluhan tersebut perlu diklarifikasi secara terbuka oleh pengelola SPBU maupun pihak terkait agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Masyarakat berharap pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi di Rupat dapat dilakukan secara transparan.

Pemeriksaan diharapkan tidak hanya menyangkut kendaraan yang diduga menggunakan pelat nomor tidak sesuai dan tangki modifikasi, tetapi juga pola pembelian BBM dalam jumlah tidak wajar serta kepatuhan terhadap ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.

Hingga berita ini ditulis, dugaan-dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dan pemeriksaan dari pihak berwenang.

No More Posts Available.

No more pages to load.