ACEH TIMUR —Cakrawala nusantara id- Acara kenduri temu pisah Kapolsek Pante Bidari, Iptu Irwan Hadi Sagala, berlangsung penuh keakraban bersama tokoh agama, Muspika, para Keuchik, insan pers, dan seluruh unsur masyarakat, pada Kamis Malam (1/10/2026).
Setelah hampir 11 bulan menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, Iptu Irwan kini mendapat penugasan baru sebagai Kasiwas di Polres Aceh Timur.
Dalam kesempatan itu, ia mengenang momen paling berkesan — baru 24 hari menjabat, ia langsung diuji musibah banjir bandang yang melanda Pante Bidari.
“Baru 24 hari saya bertugas, kami diuji bencana. Namun berkat kerja sama personel dan dukungan masyarakat, kami mampu melewatinya bersama-sama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, kehadiran kepolisian tak berhenti saat bencana berlalu. Bersama warga, ia turun membersihkan sisa kerusakan, mengarungi lumpur, dan mengantarkan bantuan hingga pemulihan selesai.
“Bagi saya, bertugas di sini adalah sebuah berkah. Masyarakat Pante Bidari sangat solid dan senantiasa mendukung tugas kami. Jika diberi kesempatan, saya ingin kembali mengabdi di sini,” ungkapnya, berharap silaturahmi tetap terjaga meski tempat tugas berbeda.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Camat, Danramil, dan seluruh jajaran Muspika Plus yang senantiasa bahu-membahu menyelesaikan persoalan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Camat Pante Bidari, Darkasyi, SE, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus atas pengabdian yang telah diberikan.
“Atas nama pemerintah kecamatan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama yang terjalin selama ini. Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga silaturahmi tetap erat meski berada di tempat berbeda,” ujar Darkasyi.
Hal senada disampaikan Ketua Forum Keuchik Kecamatan Pante Bidari, Zulkarnaini.
“Beliau dikenal sosok yang ramah, dekat dengan masyarakat, dan selalu terbuka bersama para kepala desa. Kami berterima kasih atas semua bantuan dan kerja sama selama beliau bertugas. Semoga sukses selalu di tempat yang baru,” katanya.
Acara temu pisah berakhir dalam suasana kekeluargaan, menandai berakhirnya masa pengabdian sekaligus mempererat ikatan persaudaraan yang telah terjalin.













