Polres Kampar Tangkap Mantan Kepala Sekolah Diduga Cabuli Murid Lebih 20 Orang

oleh
oleh

Tambang,-CN -Lebih dari 20 orang murid salah satu SD di Kecamatan Tambang mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh salah satu Mantan Kepala Sekolahnya salah satu di Kecamatan Tambang berinisial R (30).
Kejadian baru diketahui oleh para orang tua korban pada Kamis (17/9/2026) sekira pukul 08.30 Wib. Dan langsung dilaporkan oleh salah satu orang tua korban berinisial W (36) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kampar pada Sabtu (20/9/2026).

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kasat Reskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata. “Benar adanya kasus kekerasan terhadap anak, baru melapor tiga orang ke Polres Kampar dan dari pengakuan pelaku ia sudah melakukan pencabulan ini lebih dari 20 orang siswisnya,”kata Kasat.

BACA  Dugaan Tambang Galian C Ilegal Polres Tebing Tinggi Turun ke Lokasi: Tak Ditemukan Aktivitas”
example banner

Setelah menerima laporan kita langsung melakukan pemeriksaan saksi-saksi, dari keterangan saksi awal kejadian ini pada Kamis (17/9/2026) pelapor mendapatkan informasi dari salah satu wali murid yang juga teman sekolah anaknya di salah satu di Kecamatan Tambang. “Mengatakan bahwa anaknya yang masih kelas tiga dan beberapa teman lainnya telah dipegang bagian dada oleh Ustad R yang merupakan mantan kepala sekolah,”jelas Kasat.

Mendengar hal tersebut saya menanyakan kepada anaknya dan korban mengatakan bahwa Ustad R pernah mencium tangannya dan meletakkan tangan anaknya ke kemaluan Ustad R setiap murojaah pagi hari dari kelas 1 sampai kelas 3 SD.

“Setelah mendengarkan apa yang disampaikan oleh anaknya tersebut, Ibu korban W menanyakan kepada Guru lainnya dan mengatakan bahwa bukan anaknya saja yang jadi korban melainkan beberapa murid lainnya juga menjadi korban kekerasan seksual,” terang AKP I Gede.

BACA  logo open navigation menu Beranda Berita Polsek Sosoh Buay Rayap Ikuti Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrem di Kabupaten OKU oprspitresogankomeringulu 15 Oktober 2026 19:00 0 Main Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image SOSOH BUAY RAYAP, OKU – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan dalam menghadapi potensi bencana alam, Polsek Sosoh Buay Rayap bersama unsur TNI, BPBD, Damkar, pemerintah kecamatan, dan masyarakat mengikuti kegiatan Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrem di wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di Bendungan Bendali, Desa Tungku Jaya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Simulasi dipimpin oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU, Drs. Januar Effendi, M.I.Kom, serta diikuti oleh Camat Sosoh Buay Rayap beserta staf, personel Polsek Sosoh Buay Rayap, anggota Koramil Kota Baturaja, personel BPBD Kabupaten OKU dan BPBD Kecamatan Sosoh Buay Rayap, anggota Damkar Kecamatan Sosoh Buay Rayap, siswa-siswi SMA Pramuka Kwarcab OKU, serta masyarakat Desa Tungku Jaya. Dalam kegiatan tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten OKU menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana, termasuk meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat memasuki musim kemarau. Masyarakat diimbau agar berperan aktif dalam upaya pencegahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat TNI dan Polri, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat sebagai mata dan telinga di lingkungan masing-masing. Selanjutnya, peserta mendapatkan penyampaian materi mengenai pemetaan titik rawan atau hotspot, simulasi pemadaman dini, tindakan pencegahan dan pemadaman kebakaran, cara mendeteksi arah angin untuk mengantisipasi penyebaran api, serta pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak banjir setelah turun hujan. Sekitar pukul 10.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana banjir menggunakan perahu karet bersama tim gabungan dari unsur terkait. Simulasi ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan koordinasi antarpersonel dalam melakukan penanganan awal serta evakuasi apabila terjadi banjir di wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Selain berfokus pada penanganan banjir dan tanah longsor, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya mencegah karhutla, terutama di kawasan semak belukar, lahan yang tidak terurus, area perkebunan warga, serta wilayah lain yang berpotensi mengalami kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Sosoh Buay Rayap turut memberikan imbauan kepada seluruh peserta agar tidak membuka, membersihkan, atau mengolah lahan pertanian dengan cara dibakar. Imbauan serupa juga disampaikan oleh Bhabinkamtibmas kepada warga di desa binaan masing-masing agar tidak melakukan pembakaran hutan, semak belukar, maupun lahan untuk keperluan perkebunan. Sebagai langkah pencegahan berkelanjutan, patroli terpadu yang melibatkan Polri, TNI, dan Masyarakat Peduli Api juga perlu dilaksanakan secara berkala, khususnya pada titik-titik yang dipetakan rawan terjadi karhutla. Melalui patroli tersebut, potensi kebakaran diharapkan dapat dideteksi sejak dini sehingga dapat segera dilakukan langkah penanganan. Melalui kegiatan simulasi ini, Polsek Sosoh Buay Rayap bersama BPBD dan seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen dalam memperkuat sinergitas lintas instansi untuk menghadapi berbagai potensi bencana. Kesiapsiagaan personel, pemahaman masyarakat, serta koordinasi yang baik diharapkan dapat meminimalkan risiko, mencegah timbulnya korban jiwa, dan mengurangi kerugian akibat bencana alam di wilayah Kabupaten OKU. Masyarakat pun diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, potensi banjir dan tanah longsor, serta bahaya kebakaran hutan dan lahan. Dengan kerja sama seluruh pihak, upaya pencegahan dan penanggulangan bencana diharapkan dapat berjalan lebih optimal demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Mendengarkan hal tersebut, Ibu korban langsung melaporkan ke Polres Kampar. “Dihari yang sama kita terima tiga laporan kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku,”ujarnya.

Setelah terima laporan tersebut kita langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti dan pemeriksaan saksi-saksi pada orang tua dan para korban.

Setelah barang bukti lengkap pada Kamis (1/10/2026) kita langsung mencari keberadaan pelaku dan Ps Kanit II Unit PPA AIPDA Syamsul Bahri mendapatkan informasi tentang keberadaan diduga pelaku yang sedang berada di salah satu perumahan di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar.”Sekira jam 19.05 WIB Tim berhasil ditangkap di dekat area perumahan pelaku dan ia langsung dibawa ke Polres Kampar untuk diproses lebih lanjut,” tutur Kasat.

BACA  Kasiwas Polres Tebing Tinggi Periksa Kondisi Sarpras dan Tata Kelola MBG di SPPG YKB

Selanjutnya pelaku kita interogasi dan pelaku melakukan perbuatan cabul terhadap murid-murid nya berjumlah kurang lebih 20 orang namun yang berani bicara 3 orang anak, kami himbau jika ada korban yang lain di persilahkan mendatangi Polres Kampar untuk melaporkan kejadian tersebut.
” Untuk pelaku kita jerat pasal 415 huruf b Undang-Undang Ri Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang- Undang Hukum Pidana,” pungkas AKP I Gede Yoga Eka Pranata.

Editor R Gulo

No More Posts Available.

No more pages to load.