Sekolah negeri diduga di jadikan ajang berbisnis seragam, KS terkesan alergi wartawan, hingga menuai sorotan pablik.

oleh
oleh

Tulang bawang barat- Lampung. CN Pihak (Sekolah Menengah Kejuruan ) SMK N 1 Gunung Agung terindikasi jadikan sekolah negeri atau fasilitas Pemerintah ajang berbisnis pakaian seragam, apa penyebab Rohman KS alergi terhadap wartawan? sehingga menuai sorotan & jadi pertanyaan pablik. Kamis (1/10) 2026.

 

example banner

Ironisnya menurut pengakuan siswa kelas 10 (sepuluh) sekolahan setempat inisyal (Rg) saat dipintai wartawan ini keterangan selasa (1/9) ia pun membeberkan

” Kelas 10 (sepuluh) pak saya, seragam sekolah saya beli empat (4) setel rp 800 ribu rupiah pak, belinya di sekolah bayar dengan ibu guru sekolahan kami nama Romi, ” Pungkas nya

 

” Jenisnya satu setel baju kejuruan praktik, baju warna kreim, topi bed dasi & setelan baju olahraga serta rompi, ” Sambung nya.

 

Dilain tempat dikatakan Nara sumber siswi inisyal (Srl) & (Yln) saat ditanyakan tim wartawan ini dihari yang sama selasa (1/9) mereka pun memaparkan.

BACA  Perkuat Budaya Continuous Improvement, BNCT Gelar Lean Training 2026 demi Wujudkan Operasional Unggul

 

” SMK negeri 1 Gunung Agung nama sekolahan kami, Rohman nama Kepala sekolahnya, kelas sepuluh (10) ada (8) delapan kelas, masing kelas sekitar 36 orang pak, “ujar keduanya

 

” Baju jurusan, kaos olahraga dan rompi yang kami beli disekolah pak, bayar dengan ibu guru sekolahan kami , “lanjut nasum

 

” Kalau saya hanya beli atasan saja pak rp 600 ribu rupiah, kalau setelan atas bawah rp 800 ribu, “tutup (Srl)

 

Disambangi tim wartawan ini di (Sekolah menengah kejuruan) SMK negeri 1 Gunung agung Kabupaten Tulang bawang barat lampung selasa (29/9) kemarin, mirisnya setiap wartawan ini masuk sekolahan tersebut tidak pernah jumpa dengan Rohmah selaku Kepala sekolah setempat, dengan berbagai macam alasan ini dan itu.

BACA  Polres Way Kanan Peringati Hari Kesaktian Pancasila: Memperkokok Persatuan, Meneguhkan Janji Pengabdian Kamis 01 Oktober 2026, 11:05 WIB JETSIBER.COM - WAY KANAN — LAMPUNG | Dengan khidmat dan penuh keagungan, Polres Way Kanan di lingkungan Polda Lampung melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Parama Satwika, Kamis (1/10/2026). " Mengangkat tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", kegiatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan peneguhan kembali tekad menjaga fondasi luhur kehidupan berbangsa. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Way Kanan, AKBP Ramadhona, yang bertindak selaku Inspektur Upacara. Hadir dalam kesempatan ini jajaran Pejabat Utama, para Kapolsek, perwakilan personel dari seluruh satuan kerja, serta Aparatur Sipil Negara di lingkungan kepolisian setempat. Suasana berlangsung tertib, tenang, dan sarat makna. Diawali mengheningkan cipta, seluruh peserta menunduk sejenak menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur membela kemurnian Pancasila. Rangkaian dilanjutkan pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945 oleh Briptu Tomas Adi Saputra, serta pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila yang dibawakan oleh Briptu Alfinto Sahputera. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon rahmat dan kedamaian bagi bangsa serta tanah air. Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa peringatan ini adalah momen untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila ke dalam setiap langkah pengabdian. "Peringatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Mari kita jadikan Pancasila sebagai semangat yang senantiasa memperkokoh persatuan, menjaga keberagaman, dan menggerakkan semangat gotong royong. Jadikan ia landasan utama dalam menjalankan tugas, guna memberikan pelayanan yang tulus dan terbaik bagi masyarakat," ujar AKBP Ramadhona. Suasana yang sederhana namun penuh ketulusan sepanjang upacara mencerminkan komitmen seluruh personel untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upacara berakhir dengan tertib, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan nyata sehari-hari. (NURs)

 

Di Konfirmasi Satpam sekolahan senior nama Kasio terkait dimana Kepala sekolah dan para wakil Kepala sekolah Humas (Hubungan masyarakat), Kesiswaan, kurikulum dan sarana prasarana di ruang tamu sekolahan setempat dihari itu juga selasa (29/9) ia pun menjelaskan

 

” Kepala sekolah kemarin masuk tapi hari ini ngak jelas dan ngak ada laporan entah kemana dia, kalau pak Jamal lagi ngajar, “tukas satpam.

 

“Kalau Dibyo barusan lewat depan kita tadi, yang kita tegor barusan tapi ngak jawab bahkan ia langsung ngacir, itu yang dibyo pak, ” Lanjut nya.

 

Dikonfirmasi wartawan Thomas amiriko selaku Kadisdik (Kepala dinas provinsi Terkait dugaan kasus pihak sekolah yang berani jual belikan pakaian seragam terhadap siswa/i kelas sepuluh (10) ia pun mengarahkan wartawan untuk melakukan komunikasi terhadap pihak sekolah, namun sayangnya pihak sekolah tersebut tak satupun yang nemui wartawan meskipun wartawan telah menunggu dalam kurun waktu kurang lebih satu jam.

BACA  Tinjau Tanggul Sungai Padang, Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Dukungan DPR RI dan Pemerintah Pusat

 

Yang lebih miris lagi setelah kadis Thomas mengirimkan no what- shaf 081172XXXXX Kacabdin (Kepala cabang dinas) wilayah enam (6) yakni Kabupaten Tulang bawang barat dan Kabupaten Lampung Tengah, sampai hari ini juga nomor tersebut tidak bisa di hubungi.

 

Dengan adanya dugaan kasus praktik jual beli pakaian seragam yang dilakukan atau yang dikondisikan oleh pihak sekolah negeri termasuk SMK tentunya pihak sekolah telah melanggar aturan Pemerintah tentang regulasi yang berlaku sesuai peraturan pemerintah (PP) no 17 tahun 2010 pasal 181 dan Permendikbud ristek no 50 tahun 2022 dan dikuatkan lagi oleh surat edaran Disdikbud Provinsi Lampung.

 

(Hel… Tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.