Kapolres Sergai Hadiri Pelantikan MPI 2026–2031, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

oleh
oleh

Serdang Bedagai|CN- Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri pelantikan kepengurusan organisasi kemasyarakatan (ormas) Matahari Pagi Indonesia (MPI) Kabupaten Serdang Bedagai periode 2026–2031 di Aula Kantor Bupati Sergai, Jumat (16/10/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi MPI untuk memperkuat peran organisasi dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

example banner

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya, Ketua MPI Provinsi Sumatera Utara dr. Donald Anzar Simanjuntak, M.Ked., Sp.P(K), Ketua MUI Kabupaten Serdang Bedagai Drs. H. Hasful Huznain, S.H., serta jajaran pengurus dan anggota MPI Kabupaten Serdang Bedagai.

BACA  Jumat Keliling di Masjid Agung Sergai, Kapolres Turun Langsung Tampung Aspirasi Warga dan Ingatkan Pentingnya Kamtibmas

Melalui Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., Kapolres menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus MPI yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan periode 2026–2031 mampu menjalankan amanah organisasi dan menghadirkan program-program positif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA  Kasi Humas Polres Kampar Hadiri Konferensi VIII PWI Kabupaten Kampar

“Kapolres Sergai beserta jajaran mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan MPI Kabupaten Serdang Bedagai periode 2026–2031. Diharapkan kepengurusan yang baru dapat menjalankan program-program positif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” demikian pesan Kapolres yang disampaikan melalui Kasi Humas.

Polres Sergai juga menyambut baik kehadiran kepengurusan baru MPI sebagai mitra potensial dalam memperkuat komunikasi dan partisipasi masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Menurutnya, menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Dukungan dan keterlibatan organisasi kemasyarakatan juga diperlukan untuk menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat persatuan, serta mencegah potensi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.

BACA  logo open navigation menu Beranda Berita Polsek Sosoh Buay Rayap Ikuti Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrem di Kabupaten OKU oprspitresogankomeringulu 15 Oktober 2026 19:00 0 Main Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image NextUI hero Image SOSOH BUAY RAYAP, OKU – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan dalam menghadapi potensi bencana alam, Polsek Sosoh Buay Rayap bersama unsur TNI, BPBD, Damkar, pemerintah kecamatan, dan masyarakat mengikuti kegiatan Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrem di wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di Bendungan Bendali, Desa Tungku Jaya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Simulasi dipimpin oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU, Drs. Januar Effendi, M.I.Kom, serta diikuti oleh Camat Sosoh Buay Rayap beserta staf, personel Polsek Sosoh Buay Rayap, anggota Koramil Kota Baturaja, personel BPBD Kabupaten OKU dan BPBD Kecamatan Sosoh Buay Rayap, anggota Damkar Kecamatan Sosoh Buay Rayap, siswa-siswi SMA Pramuka Kwarcab OKU, serta masyarakat Desa Tungku Jaya. Dalam kegiatan tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten OKU menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana, termasuk meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat memasuki musim kemarau. Masyarakat diimbau agar berperan aktif dalam upaya pencegahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat TNI dan Polri, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat sebagai mata dan telinga di lingkungan masing-masing. Selanjutnya, peserta mendapatkan penyampaian materi mengenai pemetaan titik rawan atau hotspot, simulasi pemadaman dini, tindakan pencegahan dan pemadaman kebakaran, cara mendeteksi arah angin untuk mengantisipasi penyebaran api, serta pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak banjir setelah turun hujan. Sekitar pukul 10.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana banjir menggunakan perahu karet bersama tim gabungan dari unsur terkait. Simulasi ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan koordinasi antarpersonel dalam melakukan penanganan awal serta evakuasi apabila terjadi banjir di wilayah Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Selain berfokus pada penanganan banjir dan tanah longsor, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya mencegah karhutla, terutama di kawasan semak belukar, lahan yang tidak terurus, area perkebunan warga, serta wilayah lain yang berpotensi mengalami kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Sosoh Buay Rayap turut memberikan imbauan kepada seluruh peserta agar tidak membuka, membersihkan, atau mengolah lahan pertanian dengan cara dibakar. Imbauan serupa juga disampaikan oleh Bhabinkamtibmas kepada warga di desa binaan masing-masing agar tidak melakukan pembakaran hutan, semak belukar, maupun lahan untuk keperluan perkebunan. Sebagai langkah pencegahan berkelanjutan, patroli terpadu yang melibatkan Polri, TNI, dan Masyarakat Peduli Api juga perlu dilaksanakan secara berkala, khususnya pada titik-titik yang dipetakan rawan terjadi karhutla. Melalui patroli tersebut, potensi kebakaran diharapkan dapat dideteksi sejak dini sehingga dapat segera dilakukan langkah penanganan. Melalui kegiatan simulasi ini, Polsek Sosoh Buay Rayap bersama BPBD dan seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen dalam memperkuat sinergitas lintas instansi untuk menghadapi berbagai potensi bencana. Kesiapsiagaan personel, pemahaman masyarakat, serta koordinasi yang baik diharapkan dapat meminimalkan risiko, mencegah timbulnya korban jiwa, dan mengurangi kerugian akibat bencana alam di wilayah Kabupaten OKU. Masyarakat pun diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, potensi banjir dan tanah longsor, serta bahaya kebakaran hutan dan lahan. Dengan kerja sama seluruh pihak, upaya pencegahan dan penanggulangan bencana diharapkan dapat berjalan lebih optimal demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Karena itu, MPI diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Serdang Bedagai.

Melalui sinergi yang berkelanjutan antara kepolisian, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan, terciptanya situasi yang aman, tertib, dan harmonis di Sergai diharapkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. (R.Giawa)

No More Posts Available.

No more pages to load.